Dari Lapas ke Pulau Penyengat, Warga Binaan Lapas Tanjungpinang Tampil di HUT ke-24 Kepri

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kabarrakyat.co, TANJUNGPINANG – Tim Hadroh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjungpinang turut menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Acara digelar di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kamis (24/09/2026). Penampilan hadroh yang terdiri dari petugas dan warga binaan ini menambah nuansa religius dan budaya Melayu dalam peringatan tersebut.

Peringatan HUT ke-24 Kepri ini dihadiri Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepri.

Baca Juga:  1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Tim hadroh Lapas Tanjungpinang tampil kompak membawakan lantunan shalawat dengan penuh khidmat. Kolaborasi petugas dan warga binaan ini menjadi bukti nyata pembinaan di dalam Lapas.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Tanjungpinang, Suparman, mengatakan penampilan ini menjadi wadah bagi warga binaan untuk menunjukkan potensi diri.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberikan ruang kepada warga binaan untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Kolaborasi bersama petugas juga menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dan menciptakan pembinaan yang humanis,” ujar Suparman.

Baca Juga:  Tegas dan Berintegritas, Lapas Bangkinang Ikrar Komitmen Zero Halinar

Menurutnya, pembinaan di Lapas Tanjungpinang tidak hanya fokus pada keterampilan kerja, tetapi juga pembinaan kepribadian melalui nilai agama, seni, dan kebersamaan.

“Keterlibatan warga binaan di acara publik ini juga menjadi bagian dari persiapan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat,” papar Kalapas.

Baca Juga:  Hari Buruh, Puan Tegaskan Komitmen Mengawal Keberpihakan Regulasi Pada Buruh

Ditegaskannya, bahwa Lapas Kelas IIA Tanjungpinang berkomitmen terus menghadirkan pembinaan yang religius, humanis, produktif, dan bermartabat.

“Kami melakukan pembinaan bukan hanya dalam hal pembinaan dalam ketrampilan kerja, tetapi juga dari sisi religius, psikologi agar menjadi masyarakat yang bermanfaat ketika bebas dan kembali ke lingkungan masyarakat,” tegasnya.***

Share.

Comments are closed.