Ditemukan Pistol Serta Obat Daftar G dan Besi Pemukul, Dari Empat Orang Yang Hendak Ikut Aksi Demo di Depan Pemkot Bandung

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +
Barang bukti

Pendemo bawa pistol

Kabarrakyat.co, Bandung – Aksi unjuk rasa menolak PPKM di Bandung terus bermunculan di media sosial, ajakan berdemo menolak PPKM dihembuskan kelompok tertentu yang hendak membuat situasi kota Bandung tidak kondusif.

Mengantisipasi adanya aksi demo, Polisi melakukan pemeriksaan kepada sejumlah orang yang hendak ke area depan kantor Pemkot Bandung, Jumat, 23 Juli.

Sejak pagi, patroli oleh petugas gabungan dilakukan mengantisipasi pendemo yang tidak jelas tujuannya.

Baca Juga:  Pegiat Antikorupsi Bandung Barat Minta KPK Segera Dalami Laporan dan Tindaklanjuti Dugaan Kasus Korupsi & Gratifikasi Oleh Hengki Kurniawan

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menjelaskan bahwa sejak Rabu 21 Juli , Kamis kemarin dan hari ini memang banyak ajakan demo tolak PPKM, namun saya tegaskan itu bukan dilakukan oleh Ojek Online atau Pedagang Kali lima.

“Yang unjuk rasa itu bukan dari ojek online dan pedagang kaki lima, yang berunjuk rasa merupakan kelompok yang ingin buat suasana Bandung tidak kondusif,” jelasnya, Jumat, 23 Juli 2021.

Baca Juga:  Rutan Bandung Terus Lakukan Pembinaan Kepada Warga Binaan, Agar Bisa Bermanfaat Saat Keluar Penjara Nanti

Kombes Ulung menambahkan, hari ini pun penjagaan atas informasi adanya unjuk rasa dilakukan Polrestabes di Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar.

“Hari ini kami melakukan penjagaan di dua lokasi sasaran unras, dan melakukan patroli, berhasil mengamankan empat orang yang hendak melakukan aksi unjuk rasa, dari keempat orang didapati senpi jenis revolver, alat pemukul besi, dan obat terlarang tramadol,” papar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Pekerjaan Konsultan Oleh Perum Jasa Tirta II, KPK Diminta Ungkap Tersangka Lainnya

Keempat orang pendemo ini masih didalami, dan perannya apa terus diselidiki penyidik.

“Penyelidikan gabungan Sat Reskrim dan Sat Narkoba, dilakukan secara mendalam,” terangnya.

Ditegaskan Kapolrestabes, bahwa tak ada demo menolak PPKM Darurat.

“Jadi demo itu dibuat ajakan dimedsos, bukan berasal dari pedagang kaki lima dan ojek online,” tegasnya.(kr1)

Share.

Comments are closed.