Petugas Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung Ikrar Bebas Dari Narkoba dan Handphone, Buktikan Komitmen dan Integritas

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kabarrakyat.co, Bandung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandung menggelar apel Ikrar dan Komitmen bebas narkoba dan handphone, Sabtu 18 April 2026.

Kegiatan ikrar petugas Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung dipimpin oleh Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Kelas IIA Bandung Gayatri Rachmi Rilowati.

Dalam amanatnya, Kalapas Perempuan Bandung Gayatri Rachmi Rilowati menjelaskan bahwa pembacaan Ikrar Bebas Dari Narkoba dan Handphone di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandung, bukan hanya simbol, melainkan menjadi sebuah komitmen yang berintegritas, bertanggung jawab.

Baca Juga:  Kalapas Kelas IIB Sumedang Tegaskan Dua Tersangka Kasus Pajak Tambang PT Jasa Sarana Tidak Diistimewakan

“Pelaksanaan Ikrar Bebas dari Narkoba dan Handphone merupakan langkah nyata kita dalam mendukung program Zero Halinarz guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, bersih dan berintegritas,”jelas Kalapas Perempuan Kelas IIA Bandung Gayatri Rachmi Rilowati, Sabtu 18 April 2026.

Baca Juga:  642 Orang Narapidana Lapas Narkotika Gunung Sindur Diusulkan Dapat Remisi HUT Kemerdekaan RI ke 78

Dirinya menegaskan, secara langsung ikrar bebas dari narkoba dan handphone apabila di kemudian hari didapati petugas yang melanggar maka akan ditindak tegas dan tidak ada pengecualian.

“Program ini tidak akan bisa terlaksana ataupun berjalan, sebagaimana yang di harapkan tanpa adanya dukungan dari seluruh pegawai Lapas Perempuan Bandung. Kita ketahui bahwa setiap minggu dua kali kita mengadakan razia, dan itu merupakan salah satu upaya kita untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,”tegasnya.

Baca Juga:  Prof. Adrianus: Lapas Garut Layak Jadi Barometer Nasional Pembinaan Narapidana

Dengan apel Ikrar ini, diharapkan petugas tetap menjaga integritas dan mendukung semua program yang telah ditetapkan oleh pimpinan.

“Ini menjadi komitmen bersama, dan harus diwujudkan agar Lapas perempuan Bandung zero Halinar,” pungkasnya.***

Share.

Comments are closed.