Kabarrakyat.co, BANDUNG – Komitmen menciptakan Lapas bebas narkoba dan handphone terus ditegaskan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy Bandung.
Buktinya, Lapas Banceuy menggelar razia gabungan ke 6 blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama TNI, Polri, dan BNN Kota Bandung, Senin 21 September 2026 petang.
Perwakilan BNN Kota Bandung, Dikdik, menjelaskan sinergitas ini adalah kunci utama, pencegahan narkoba di Lapas.
“Kegiatan razia penggeledahan dilakukan secara sinergitas bersama TNI, Polri dan BNN,” ujar Dikdik.
Meski hasil tes urine bersih, petugas tetap menemukan 3 unit handphone di kamar hunian yang menjadi perhatian serius.
“Hasil dari razia ditemukan tiga unit handphone, sejumlah kabel ilegal, parfum, sejumlah korek gas,” jelas Dikdik.
Terpisah Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Banceuy, Eris Ramdani menegaskan razia ini adalah langkah normatif dan tegas untuk memastikan tidak ada ruang bagi narkoba dan barang terlarang di dalam lapas.
“Alhamdulillah tes urine diikuti seluruh pegawai dan 75 WBP. Dan hasilnya menyatakan negatif,” jelas Kalapas Eris Ramdani.
Pernyataan tersebut menjadi bukti bahwa Lapas Banceuy serius mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
Menanggapi adanya temuan handphone saat razia gabungan ke blok hunian WBP, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KA.KPLP) Andhika Saputra tidak memberikan toleransi. Ia memastikan setiap pemilik akan ditindak.
“Memastikan bahwa barang terlarang yang ditempatkan dari kamar WBP, akan kita data dan siapa pemiliknya akan diberi sanksi tegas,” tegas Andhika.
Andhika menambahkan pesan keras bagi seluruh WBP.
“Sanksi tegas akan kami berikan kepada WBP yang membawa barang terlarang ke kamar, sanksinya tegas sesuai pelanggarannya,” pungkasnya.
Langkah tegas ini menjadi peringatan bahwa Lapas Banceuy tidak akan kompromi terhadap upaya penyelundupan narkoba dan handphone demi menciptakan Lapas yang aman dan tertib.
