Temu Sapa Warga Binaan, Kepala Lapas Serang Pastikan Hak Hak Warga Binaan Terpenuhi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kabarrakyat.co, SERANG – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Serang yang baru, Riko Stiven, menggelar acara temu sapa dengan seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan humanis ini, Kalapas didampingi oleh seluruh pejabat manajerial dan staf, menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan Lapas yang aman dan kondusif bagi semua.

Kegiatan ini menjadi momen perkenalan resmi pertama Riko Stiven kepada seluruh warga binaan sejak menjabat sebagai Kalapas Serang.

Baca Juga:  Pasca Pilkada 2024, Masyarakat Harus Jalin Kembali Persatuan dan Kesatuan

Ia menyapa langsung para warga binaan, membangun dialog, dan mendengarkan aspirasi mereka.

Dalam arahannya, Riko Stiven menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Ia mengajak seluruh warga binaan untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif, saling menghormati, dan mengikuti segala peraturan yang berlaku.

“Tugas utama kami adalah melakukan pembinaan, dan itu hanya bisa berjalan efektif jika situasi di dalam Lapas aman dan tertib. Mari kita bersama-sama menjaga rumah kita ini,” ujar Riko Stiven, Jum’at (10/10).

Baca Juga:  Lekat dengan Aspirasi Pembangunan Desa, Ganjar Dideklarasikan sebagai Presiden 2024 oleh 5000-an Warga Bekasi

Riko memastikan, setiap warga binaan memiliki hak untuk mendapatkan pembinaan yang layak, dan kewajiban untuk menjaga ketertiban.

“Kami akan melayani dengan humanis, namun tetap tegas sesuai aturan, ” terang Riko.

Sebagai bentuk perhatian dan untuk meningkatkan kerapian serta rasa kebersamaan, dalam kesempatan tersebut Kalapas membagikan baju baru kepada perwakilan warga binaan.

Baca Juga:  Kemenag Imbau Umat Tetap Rukun dan Damai Pasca Pilkada Serentak 2024

Baju ini kemudian didistribusikan secara merata kepada seluruh penghuni Lapas Kelas IIA Serang.

Acara temu sapa ini disambut baik oleh para warga binaan. Mereka mengapresiasi pendekatan dialogis yang dilakukan oleh pimpinan baru dan berharap dapat membawa perubahan positif selama menjalani masa pidana.

Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah, mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.

Share.

Comments are closed.