Telur Penuh Berkah dari SAE Lapas Banceuy Mengalir ke Yayasan Ma’had Tahfiz Tunas Qur’an

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kabarrakyat.co, BANDUNG – Ada pemandangan berbeda dan penuh kehangatan di Desa Mekarmanik, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jumat (18/9/2026) pagi. Senyum santri-santri penghafal Al-Qur’an di Yayasan Ma’had Tahfiz Tunas Qur’an merekah saat menerima bingkisan telur segar.

Telur itu bukan telur biasa. Telur tersebut adalah hasil tetesan keringat dan kerja keras warga binaan dari Kandang Ayam Layer Farm, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Banceuy Bandung, Eris Ramdani, datang langsung bersama jajaran Kasi Adm. Kamtib, Kasubsi Portatib, serta rekan-rekan Babinsa dan anggota Koramil Cimenyan.

Kehadiran mereka bukan hanya menyalurkan bantuan, tapi juga membawa pesan kemanusiaan.

Bagi Kalapas Eris Ramdani, kegiatan ini memiliki makna yang dalam.

“Setiap butir telur ini adalah cerita tentang harapan, tentang pembinaan, dan tentang keinginan warga binaan kami untuk tetap bisa berbuat baik dari dalam. Kami ingin hasil karya mereka bisa ikut menjaga gizi dan semangat para santri penghafal Qur’an,” tutur Eris.

Baca Juga:  RS Unggul Karsa Medika Terapkan Sistem Pendaftaran Sidik jari Untuk Peserta BPJS Kesehatan

Program Layer Farm ini memang menjadi ruang belajar kedua bagi warga binaan. Mereka belajar beternak, bertanggung jawab, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai. Kini, hasilnya kembali dalam bentuk keberkahan untuk masyarakat.

Pihak Yayasan Ma’had Tahfiz Tunas Qur’an menyambut dengan penuh rasa syukur. Bantuan ini sangat berarti untuk pemenuhan gizi harian para santri yang tengah berjuang menghafal Al-Qur’an.

Kegiatan yang diiringi dengan silaturahmi bersama aparat kewilayahan ini menjadi bukti, bahwa kebaikan bisa datang dari mana saja. Dari balik tembok Lapas, kepedulian tetap bisa mengalir untuk sesama, sesuai amanat UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.***

*Meta Description:* Suasana haru Jumat Berkah di Cimenyan, Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung bagikan telur segar hasil karya warga binaan untuk santri penghafal Al-Qur’an di Yayasan Ma’had Tahfiz Tunas Qur’an.

Baca Juga:  Ingin Ganjar Pranowo Presiden 2024, Ibu-ibu di Jabar Berbondong-bondong Gabung Jaringan Relawan Mak Ganjar

*Focus Keyword:* Lapas Banceuy, bakti sosial Lapas Banceuy, santri Tahfiz Cimenyan, Layer Farm Lapas Banceuy

*BANDUNG -* Ada pemandangan berbeda dan penuh kehangatan di Desa Mekarmanik, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jumat (18/9/2026) pagi. Senyum santri-santri penghafal Al-Qur’an di Yayasan Ma’had Tahfiz Tunas Qur’an merekah saat menerima bingkisan telur segar.

Telur itu bukan telur biasa. Telur tersebut adalah hasil tetesan keringat dan kerja keras warga binaan dari Kandang Ayam Layer Farm, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung.

Inilah wujud nyata dari semangat *Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat Untuk Masyarakat.*

Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy Bandung, Eris Ramdani, datang langsung bersama jajaran Kasi Adm. Kamtib, Kasubsi Portatib, serta rekan-rekan Babinsa dan anggota Koramil Cimenyan. Kehadiran mereka bukan hanya menyalurkan bantuan, tapi juga membawa pesan kemanusiaan.

Dari Karya Tangan Warga Binaan untuk Gizi Santri

Bagi Kalapas Eris Ramdani, kegiatan ini memiliki makna yang dalam.

Baca Juga:  Lapas Kelas II A Banceuy Kini Dipimpin Roni Widyatmoko, Ini Pesan Kakanwil Kemenkumham Jabar

“Setiap butir telur ini adalah cerita tentang harapan, tentang pembinaan, dan tentang keinginan warga binaan kami untuk tetap bisa berbuat baik dari dalam. Kami ingin hasil karya mereka bisa ikut menjaga gizi dan semangat para santri penghafal Qur’an,” tutur Eris dengan humanis.

Program Layer Farm ini memang menjadi ruang belajar kedua bagi warga binaan. Mereka belajar beternak, bertanggung jawab, dan menghasilkan sesuatu yang bernilai. Kini, hasilnya kembali dalam bentuk keberkahan untuk masyarakat.

Pihak Yayasan Ma’had Tahfiz Tunas Qur’an menyambut dengan penuh rasa syukur. Bantuan ini sangat berarti untuk pemenuhan gizi harian para santri yang tengah berjuang menghafal Al-Qur’an.

Kegiatan yang diiringi dengan silaturahmi bersama aparat kewilayahan ini menjadi bukti, bahwa kebaikan bisa datang dari mana saja. Dari balik tembok Lapas, kepedulian tetap bisa mengalir untuk sesama, sesuai amanat UU No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Share.

Comments are closed.