Perkuat Komitmen Bebas Halinar, Lapas Perempuan Bandung Gelar Tes Urine Massal Bersama APH Terkait

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kabarrakyat.co, BANDUNG – Dalam rangka memperingati rangkaian Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Bandung menggelar kegiatan tes urine massal bagi seluruh pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (06/04/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk nyata komitmen Lapas Perempuan Bandung dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar).

Baca Juga:  Kampanye Akbar Simpati Paslon 02 Reynaldi-Agus Turun Ke Bawah Dan Menyentuh Hati Warga Subang

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, proses pemeriksaan disaksikan langsung oleh jajaran Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya, yang terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung.

Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Bandung Gayatri Rachmi Rilowati menyampaikan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah preventif yang krusial.

“Hari ini kami menegaskan kembali komitmen ‘Bebas Halinar’ di lingkungan Lapas Perempuan Bandung. Melalui tes urine yang melibatkan pihak eksternal seperti BNN dan TNI-Polri, kami ingin memastikan bahwa seluruh jajaran petugas maupun warga binaan benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkotika,” ujar Kalapas dalam keterangannya.

Baca Juga:  Terima Kunjungan BPM Unpas, Edwin Senjaya Paparkan Fungsi Pengawasan Dewan

Lebih lanjut, Kalapas menekankan bahwa momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 ini harus dijadikan titik balik untuk meningkatkan integritas pelayanan. Sinergi dengan APH terkait diharapkan dapat terus terjalin guna menciptakan situasi Lapas yang aman, tertib, dan kondusif.

Baca Juga:  Rutan Bandung Gelar Peringatan Hari Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1444 H / 2023 M, Warga Binaan Diminta Tauladani Akhlak Nabi

Pelaksanaan tes urine berjalan dengan tertib dan mengikuti protokol kesehatan serta prosedur keamanan yang ketat.

“Hasil dari kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi dan laporan kepada pimpinan sebagai wujud transparansi kinerja Lapas Perempuan Bandung,”pungkasnya.***

Share.

Comments are closed.