Lapas Kelas IIB Sumedang Gelar Ladang Sawarga Sebagai Sarana Pembinaan Dengan Pendekatan Emosional dan Solutif

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kabarrakyat.co,Sumedang – Lapas Kelas IIB Sumedang terus berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih manusiawi dan solutif melalui inovasi Ladang Sawarga ( Lapas Sumedang Sapa Warga Binaan).

Layanan inovasi ini menjadi wadah komunikasi langsung antara petugas dengan warga binaan, untuk mendengar, memahami, sekaligus mencari solusi atas berbagai kebutuhan maupun keluhan mereka.

Kegiatan Ladang Sawarga kali ini berlangsung di selasar Blok Brantas, dipimpin langsung oleh Kasi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Alfian, didampingi Ka KPLP, Boy Naldo, serta pejabat struktural lainnya.

Baca Juga:  Jaga Keamanan dan Ketertiban Warga Binaan, Rutan Cirebon Razia Gabungan Bareng TNI dan Polri ke Kamar Hunian

Menurut Kalapas Kelas IIB Sumedang Ratri Eko Handoyo menjelaskan bahwa dengan pendekatan door to door, para petugas menyapa warga binaan secara hangat.

“Petugas lapas mendengarkan cerita, sekaligus menggali permasalahan yang dihadapi sehari-hari oleh warga binaan, ” jelasnya.

Kasi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Alfian menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar tatap muka, tetapi wujud komitmen Lapas Sumedang untuk hadir lebih dekat dan menjadi pendengar bagi warga binaan.

Baca Juga:  PKS Jawa Barat Mengadakan Bimtek Penyelenggaraan Kemahkamahan

“Harapan kami komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih kondusif, aman, dan penuh semangat pembinaan,” ungkap Alfian di sela kegiatan.

Kegiatan positif ini pun, disambut antusias para warga binaan pun menyambut baik inovasi ini.

Baca Juga:  Resmikan Sekretariat Bersama Pemenangan Amin, Kang Haru Beri Pesan ke Relawan dan Pendukung

“Mereka merasa dihargai karena bisa menyampaikan aspirasi langsung kepada petugas. Tak sedikit yang menilai Ladang Sawarga menjadi ruang terbuka untuk membangun kepercayaan dan kebersamaan, ” paparnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Sumedang berharap setiap suara warga binaan dapat terakomodir, sehingga upaya pembinaan tidak hanya berjalan satu arah, melainkan menjadi proses yang lebih partisipatif dan penuh kekeluargaan.***

Share.

Comments are closed.