Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama Laksanakan PKM Berupa Pelatihan Akuntansi Keuangan Sederhana di BUMDES Desa Cikurubuk

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kabarrakyat.co, BANDUNG – Universitas Widyatama melakukan pengabdian masyarakat sesuai dengan Tridarma perguruan tinggi, yakni melakukan kegiatan pengabdian kehidupan masyarakat (PKM).

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan diberikan kepada masyarakat, khususnya kepada masyarakat Desa Cikurubuk yang mengelola BUMDES (badan usaha milik Desa).

Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyatama dengan BUMDES Desa Cikurubuk, dilaksanakan dengan melakukan pendampingan langsung di kantor Desa Cikurubuk.

Ketua Pelaksana kegiatan Mirna Dianita, S.E., M.M., Ak., C.A langsung turun ke lokasi Desa Cikurubuk dengan memberikan pelatihan singkat yang dilaksanakan pada hari Jumat 6 September 2024.

Ketua Pelaksana kegiatan Mirna Dianita, S.E., M.M., Ak., C.A, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mencari jalan keluar dari kendala yang sering dihadapi BUMDES, salah satunya yaitu tidak membuat pencatatan keuangan yang baik, atau memakai standar keuangan yang berlaku.

Baca Juga:  Mengenal Spesifikasi Tertinggi API-SP Dan API-SP Castrol Peruntukan Berbagai Jenis Motor

“Sedangkan Pencatatan laporan keuangan yang baik sangat penting, karena laporan keuangan berfungsi sebagai penyedia informasi arus keluar masuk dana dan cerminan dari kinerja perusahaan, ” jelasnya, Jumat 6 September 2024, ditemui di sela kegiatan PKM.

Mirna menambahkan, bahwa Mitra merasa bahwa usaha BUMDES berjalan normal, namun sebenarnya mitra tersebut tidak mengalami perkembangan peningkatan.

Ditegaskan Mirna, bahwa tujuan dilaksanakan PKM ini guna untuk membantu BUMDES Desa Cikurubuk selaku mitra PKM kami dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan untuk mengelola keuangan berbasis akuntansi sederhana.

“Proses pembinaan dan pendampingan dilakukan oleh tim dengan menerima konsultasi terbuka atas permintaan dari BUMDES. PKM yang diselenggarakan dalam beberapa tahap yaitu dengan melihat kondisi BUMDES Mitra diamati dari kondisi pencatatan keuangannya yang telah dilakukan selama ini baik sebelum, saat, dan setelah terjadinya proses ekonomi, ” jelasnya.

Baca Juga:  Fokus bank bjb dalam Dorong Pertumbuhan UMKM di Masa Pandemi

Selanjutnya tim pendampingan mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan yang terjadi pada UMKM Mitra.

“Aktivitas keuangan pada BUMDES yang berhubungan dengan pengelolaan dan pengumpulan data yang diperoleh, kemudian membandingkannya dengan teori-teori yang diperoleh dari literatur tentang penyusunan keuangan berbasis akuntansi sederhana, ” paparnya.

Terakhir, tim pendampingan menyimpulkan kelemahan setelah melakukan tahap identifikasi, dan menerapkan penyusunan keuangan berbasis akuntansi sederhana pada BUMDES tersebut.

‘Diharapkan dengan telah dilakukan pendampingan, BUMDES ini pendapatannya lebih meningkat sesuai dengan teori keuangan mikro berbasis akutansi sederhana, ” terangnya.

Diakui Mirna, bahwa pelatihan akuntansi keuangan sederhana pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usaha desa.

Baca Juga:  Dirut BJB Yuddy Renaldy Raih Penghargaan CEO Kategori BPD di Indonesia

“Program pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar tentang prinsip-prinsip akuntansi, teknik pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, serta penggunaan alat bantu akuntansi sederhana, ” jelasnya.

Melalui metode pembelajaran partisipatif dan studi kasus, peserta diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan keuangan BUMDes mereka masing-masing.

“Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatan pemahaman dan kemampuan peserta dalam menyusun dan mengelola laporan keuangan yang lebih baik. Pelatihan ini juga diharapkan dapat membantu menciptakan budaya transparansi dan akuntabilitas di BUMDes, yang merupakan kunci untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, ” pungkasnya.

Kegiatan PKM tersebut, diikuti oleh anggota yakni Yogo Heru Prayitno, Rina Tresnawati Niki Hadian, Yoga Tantular Rahman, Lestari Melina Silaban, Dharu Rifqi Setiawan, Cynthia Calissta Manalu dan Syaira Bilqis Zahra.

Share.

Comments are closed.