Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung Pertanyakan Sistem Penyelenggaraan Kesehatan di Kota Bandung Terkait Tingginya Kasus DBD

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Kabarrakyat.co, Bandung – Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, H. Aries Supriyatna, S.H., M.H., saat menjadi narasumber talk show Obrolan Plus Solusi (OPSI), di Studio PRFM, Jumat 29 Maret 2024.

HumasDPRD- Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, H. Aries Supriyatna, S.H., M.H., merasa prihatin dengan kondisi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang saat ini terjadi di Kota Bandung.

Sebab, data terbaru menunjukan sebanyak 2.215 orang di Kota Bandung terjangkit DBD. Lebih dari dua ribu kasus DBD ini terjadi sepanjang Januari-Maret 2024.

Baca Juga:  Perda APBD 2023 Indramayu Jadi Atensi, Irjen Kemendagri : Tidak Ada Masalah dengan Perkada

“Ini harus mendapatkan perhatian khusus, Seharusnya ini tidak terjadi seperti ini,” ujar Aries, saat menjadi narasumber talk show Obrolan Plus Solusi (OPSI), di Studio PRFM, Jumat 29 Maret 2024.

Dikarenakan kasus penyebaran penyakit DBD masih tinggi, Aries mempertanyakan sistem penyelenggaraan kesehatan yang diterapkan Pemerintah Kota Bandung. Aries pun menyorot sistem surveilans Pemerintah kota Bandung terkait antisipasi penyebaran penyakit DBD.

“Dengan situasi seperti saat ini, muncul pertanyaan dari kita semua, bagaimana sistem penyelenggaraan kesehatan dari Pemerintah Kota Bandung. Seharusnya pemerintah melakukan deteksi awal, adanya kemungkinan penyebaran DBD,” kata Aries.

Baca Juga:  Tim Kanwil Ditjenpas Jabar Bersama Polri Gelar Razia Tujuh Kamar Blok Hunian WBP Lapas Banceuy, Tegaskan Zero Halinar

Semakin tinggi angka penyebaran penyakit DBD, kata Aries, semakin tinggi pula risiko penumpukan pasien di rumah sakit.

Aries menceritakan, belum lama ini dirinya menerima laporan dari warga yang sempat kesulitan mencari kamar rawat inap bagi pasien DBD.

“Awalnya ditangani di IGD, karena kamar untuk rawat inap penuh, pasien disuruh mencari rumah sakit yang lain. Nah, ini kan menjadi sebuah masalah bagi baru, warga harus mencari-cari rumah sakit yang lain. Sampai di rumah sakit yang ketiga baru dapat kamar untuk rawat inap,” tuturnya.

Baca Juga:  Woow, Tunjangan Anggota DPRD Indramayu Setiap Bulan Rp60 - Rp80 Juta

Oleh karena itu, Aries mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk segera mencari cara untuk menekan penyebaran penyakit DBD serta memperbaiki sistem penyelenggaraan kesehatan.

“Penyakit DBD ini sudah ada sejak lama, dan terjadi berulang kali, terkait dengan musim biasanya. Tapi kita hingga saat ini bisa melakukan antisipasi hal ini dengan baik,” katanya.

Share.

Comments are closed.