Kabarrakyat.co, Cimahi – Menggeluti sepakbola apalagi sampai mendirikan Academy sepakbola, sebelumnya sedikitpun tak pernah terbayangkan oleh pasangan suami istri Wahyudi Sugandi dan Vicka Astrini Sari.
Apalagi menilik profesinya keduanya yang tiada lain merupakan dokter. Lantas apa yang membawa keduanya tertarik dengan dunia sepak bola? Sampai mendirikan Sukabumi Football Academy (SFA).
Rupanya selain hobi, sepakbola memiliki sejarah menarik karena mambantu Wahyudi bisa menjadi dokter spesialis bedah.
” Ya sepakbola hobi dari kecil sampai kuliah bahkan saya jadi dokter bedah ini karena bola. Saat program dokter spesialis di Unpad , salah satu kredit point yang dinilai itu salah satunya bola. Saat itu sama guru guru besar ditanya hobinya apa, saya jawab sepak bola itu saya dilihat dari atas sampai bawah, ” tutur Wahyudi sambil tersenyum lebar saat ditemui dikawasan Cimahi Mall baru baru ini.
Dorongan juga datang dari anak sulungnya yang punya hobi sepak bola dan bercita-cita menjadi atlet sepakbola.
” Alhamdulillah sebenarnya anak pertama saya tergolong pintar tapi hobinya sepak bola, dan pingin jadi atlet sepak bola, ” ujar ayah dari ayah dari Reza Khairul Basyar Sugandi, Mutiara Zahra Sugandi, Rasikh Salman Alfarisi Sugandi dan Razan Muhammad Ihsan Sugandi.
Gak berhenti disitu, pasangan yang religius ini mendirikan SFA untuk menyalurkan potensi salah satu anak kandung wahyudi yang juga memiliki kecocokan dengan olah raga sepak bola.
” Qadarullah saya dikarunia anak-anak yang passionnya di sepak bola. Anak saya yang satu lagi suka olah raga . Udah dicoba berbagai jenis olah raga dan ternyata pas nya di sepak bola, ” ujar dokter bedah disalah satu rumah sakit swasta di Sukabumi.
Itulah sederet alasan yang melatari Wahyudi bersama istri kemudian mendirikan Sukabumi Football Academy (SFA) yang bermarkas di Perum Cimahpar Endah 2, Jl Parkit No 1 RT 2 RW 11 Desa Pasir Halang Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Tidak ingin asal-asalan Wahyudi bersama istri sekuat tenaga menjadikan SFA sebagai academy sepakbola yang berkualitas.
Hal ini dilakukannya dengan menyediakan berbagai fasilitas yang layak serta pelatih yang mumpuni. Dan semua itu bersumber dari koceknya sendiri.
Tak tanggung-tanggung, saat ini Direktur Teknik SFA dijabat oleh eks pemain Persib Bandung, Aji Nurpijal.
Jauh sebelumnya Wahyudi bersama istri memiliki hobi touring. Bersama koleganya wahyudi kerap melalukan touring motor besar bahkan sampai Bali.
“Iya dulu saya sama istri hobi touring. Tapi untuk anak anak dan SFA kami mengurangi ego kami, ” tuturnya.
Alasan menyentuh juga terucap ketika disinggung soal motif lain wahyudi mendirikan SFA. Yaitu ingin membantu anak-anak bangsa yang punya potensi menjadi pemain profesional.
” Menurut kami bagaimana kalau anak anak berbakat ini tidak ada yg menghantarkan kejalur yg tepat untuk meraih prestasi dan seterusnya ke jenjang profesional ” bebernya.
Disamping ramah ketika bicara soal sepak bola Wahyudi selalu ada semangat yang tertangkap. Ia, menyadari saat ini sepakbola sudah menjadi industri dan bisa membantu meningkatkan derajat seseorang.
” Sepak bola ini industri yang menjanjikan secara ekonomi. Siapapun bisa hidup dan berkembang di sepakbola. Jadi melalui academy saya ingin membantu anak-anak bangsa, minimal yang sudah bergabung di SFA jadi pemain profesional, ” ujarnya menegaskan.
Niatnya yang teguh menjadi jurus ampuh wahyudi bersama istri melewati tantangan demi tantangan hingga SFA yang didirikan 2021 berkembang pesat dan berhasil menyabet berbagai prestasi.
Tak heran kendati belum lama berdiri SFA sudah meraih puluhan prestasi. Puncaknya salah satu siswa didik SFA dua kali bermain di turnamen sepak bola remaja berkelas dunia, yaitu Gothia Cup di Swedia.
Sebagai informasi Gothia Cup melahirkan banyak pemain besar dunia. Salah satunya Zlatan Ibrahimovic.
Meski telah memiliki manajemen, wahyudi bersama istri sangat telaten memantau perkembangan siswa didik.
Hal tersebut dilakukan karena keduanya ingin mencetak siswa didik yang tak hanya berprestasi tapi mempunyai kepribadian dan ahlak yang baik.
” Ini tidak melulu soal fisik, kita membangun sikap mental ke anak-anak , kita tanamkan tidak boleh gampang berpuas diri, tidak sombong, adab kepada teman, kawan maupun lawan, pelatih saat di lapangan, ” bebernya.
Dimata wahyudi percuma jika siswa didik punya skill bagus namun tidak dibarengi dengan ahlak yang baik.
” Makanya kita ingin siswa didik SFA suatu saat namanya besar tapi tetap berakhlakul kharimah,” tuturnya.
Untuk itu selain gemblengan fisik dan tehnik sepak bola, SFA mengadakan pengajian rutin dan pelibatan ustadz dengan tujuan siswa didik memiliki mental sportif, rendah hati dan penuh adab.
