Kejari Bandung Limpahkan Berkas Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri senilai 1,8 T ke Pengadilan Tipikor Bandung

Kejari Bandung Limpahkan Berkas Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri senilai 1,8 T ke Pengadilan Tipikor Bandung

Reporter: Rajani

Kabarrakyat.co, Bandung – Kejaksaan Negeri Bandung menerima berkas tujuh terdakwa beserta barang bukti, kasus kredit Fiktif bank Mandiri senilai Rp 1,8 Trilliun, yang diajukan oleh PT Tirta Amarta Botling, pada tahun 2015 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Ruddy didampingi Kasipenkum Kejati Jabar Raymond Ali, menjelaskan bahwa saat ini ketujuh terdakwa sudah ditahan di Bandung, dan kasus ini siap disidangkan.

“Terdakwa tujuh orang yakni Surya Baruna Semenguk (SBS) yang menjabat Commercial Banking Manajer Bank Mandiri, Frans Eduard Zandra (FEZ) yang menjabat Relationship Manager, dan Teguh Kartika Wibowo sebagai Senior Kredit Risk Manager, dan dua terdakwa dari Pt tirta amarta yakni dirut Roni tedi , Juventius sebagai head officer, dan dua terdakwa lagi dari bank Mandiri yakni Toto Suharto pejabat komersial bank mandiri, dan ir.Purwito Puji wahyono. Kesemuanya kini dalam status tahanan titipan kejari Bandung di Rutan kebonwaru Bandung,” jelas Kajari Bandung, Ruddy kepada wartawan, jumat (17/8).

Modus dalam kasus ini, yakni PT TAB meminjam kredit ke Bank Mandiri senilai RP 1,8 T tahun 2015 lalu. Namun diloloskan bank Mandiri.

Saat dicairkan, ternaya aset milik PT TAB hanya bernilai Rp 79 Milliar. Dan itu diduga ada mark up oleh pihak yang sekarang jadi terdakwa.

“Hasil kerugian negara, ada sekitar Rp 1,8 T diambil oleh PT TAB dan sejumlah pejabat bank Mandiri yang meloloskan kredit tersebut. Untuk bank mandiri yang menjadi tempat ajuan Kredit Fiktif yakni Kanwil Mandiri Jabar,” terangnya.

Pihak Kejagung juga telah menyita aset PT TAB, yang diduga hasil mark up dari pengajuan kredit fiktif.

“Kita sita untuk pengembalian ke negara, tim juga tengah mendalami dugaan ada TPPU (pencucian uang),” paparnya.

Untuk pasal yang ditetapkan kepada para terdakwa, yakni pasal 2, 3 dan 9 tentang tindak pidan korupsi.

“Primer dan subsider kami jerat pasal tersebut kepada para terdakwa kasus kredit fiktif ini,” paparnya.

Untuk persidangan sendiri, nantinya tim jaksa akan diisi oleh beberapa JPU dari Kejagung, Kejati Jabar dan Kejari Bandung.

“Tim jaksanya gabungan, dari Pidsus Kejagung, Kejati Jabar dan Kejari Bandung. Sidang sendiri direncanakan akan dimulai tanggal 25 Agustus mendatang,” paparnya.(dhika).

Tags: , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/