Ponpes di Lombok Ini Butuh Bantuan Pasca Gempa Hari Minggu Lalu

Ponpes di Lombok Ini Butuh Bantuan Pasca Gempa Hari Minggu Lalu

Kabarrakyat.co, Bandung – Gempa kedua kalinya yang melanda Lombok pada Ahad (5/8) menyisakan banyak cerita pilu. Salah satunya cerita dari Pondok Pesantren Boarding School Al Istiqamah yang berada di Dusun Kabu, Desa Jenggala, Kabupaten Lombok Timur.

‘’Pada gempa yang pertama kali terjadi pada Ahad (29/7) lalu, kami masih membantu Pesantren Nurul Bayan, tetangga kami yang mengalami kerusakan. Kini, kami pun jadi korban,’’ungkap Mudir (Pimpinan,red) Pesantren Al Istiqamah, Hidayatullah, Rabu (8/8).

Kerusakan yang dialami Pesantren Al Istiqamah akibat gempa berkekuatan 7 skala richter ini sangat parah. Hampir 90 persen bangunan ambruk. Ruang belajar, kantor, masjid hingga wisma santri pun luluh lantak dan tak bisa digunakan.

Pada saat gempa terjadi pukul 19.46 WITA, seluruh santri dan pengelola pesantren tengah melaksanakan shalat Isya.

‘’Kami langsung berhamburan ke luar masjid. Beberapa santri yang terlambat keluar masjid, tertimpa genteng masjid dan terluka,’’ungkap Hidayatullah.

Total jumlah santri dan pengelola pesantren sebanyak 410 orang. Akibat kejadian ini, seluruh santri dan pengelola pesantren mengungsi di halaman pesantren.

Para santri tak bisa pulang ke rumah orang tuanya.

‘’Seluruh rumah orang tua santri pun hancur akibat gempa,’’tambah Hidayatullah.

Bahkan, orang tua santri yang rumahnya masih satu wilayah dengan pesantren, ikut mengungsi ke Al Istiqamah.

Sedikitnya, ada 400 kepala keluarga yang terdiri dari orang tua santri dan penduduk di sekitar pesantren, kini menghuni pengungsian yang berada di tanah lapang milik pesantren.
Hingga kini, tak ada bantuan logistik, baik itu beras, mie instan ataupun makanan ringan yang telah mereka terima.

‘’Mereka yang ikut mengungsi di sini tak punya makanan. Kami pun terpaksa memberi stok beras yang kami miliki. Jadi stok makanan yang tersisa, kami gunakan untuk para santri dan warga yang ikut mengungsi,’’jelas Hidayatullah.

Saat ini, pihaknya sangat membutuhkan beras, lauk pauk dan air bersih. Untuk membantu korban, Yayasan Harapan Amal Mulia membuka posko di dekat lokasi untuk menampung berbagai bantuan.

‘’Kami berusaha untuk bisa secepatnya membantu korban gempa di Lombok, terutama yang belum memperoleh bantuan dari manapun seperti Pesantren Al Istiqamah ini,’’ungkap Direktur Yayasan Harapan Amal Mulia, Vikry Rinaldi.

Vikry mengajak masyarakat Indonesia dan para donatur untuk bisa menyalurkan bantuan melalui Amal Mulia, demikian Harapan Amal Mulia biasa disebut, untuk mengurangi beban para pengungsi akibat gempa di Lombok.

Tags: , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/