Modus Pemalsuan Dokumen Oleh Broker Pencari Wanita, Tambahkan Umur Korban

Modus Pemalsuan Dokumen Oleh Broker Pencari Wanita, Tambahkan Umur Korban

Kabarrakyat.co, Bandung – Korban TPPO (perdagangan orang) yang dijual ke China, terus diupayakan agar segera dikembalikan ke Indonesia.

Dalam kasus TPPO ini, sejumlah korban yang masih berada di China, diduga melanggar dokumen.

Pelanggaran dokumen tersebut, berupa menambahkan umur korban, terus didalami.

Direskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Umar Surya Fana menjelaskan bahwa dari 12 korban TPPO yang masih ada di China, ada dua korban yang diduga dokumennya dipalsukan.

“Hasil pendalaman kepada tiga tersangka yang ada, mengakui bahwa dua korban TPPO masih dibawah umur yakni 16 tahun,” jelas Kombes Umar, senin (6/8).

Menurut Umar, para pelaku melakukan pemalsuan dokumen mulai dari umur hingga KTP untuk pembuatan paspor.

“Kalau fisik korban sama penambahan umur kan kelihatan secara fisik, makanya kita akam usut terus, karena pemalsuan yang dilakukan mulai dari KK, KTP, merubah NIK hingga paspor dan bentuk fisik foto,” jelasnya.

Secara kasat mata, terlihat bahwa korban yang berumur 16 tahun, dipaksakan menjadi umur 20, akan kelihatan.

“Fisik ga akan membohongi, makanya identifikasi ini penting,” jelasnya.

Untuk menjerat pelaku, dalam pemalsuan dokumen memang sangat ringan hukumannya. Sehingga kita tambahkan dengan subsider kasus TPPO.

“Kasus dokumen palsu ringan hukumannya, makanya kita subsiderkan dengan TPPO yang pasalnya dan hukumannya berat,”paparnya.

Tags: , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/