Menkumham RI Beri Penghargaan Kanwil Jabar Terbaik

Menkumham RI Beri Penghargaan Kanwil Jabar Terbaik

Reporter: Rambe Purba, SE

Kabarrakyat.co, Bandung – Menkumham RI, Yasonna H Laoly menyerahkan piagam penghargaan kepada Kantor Wilayah Kemenkumham yang berprestasi dan salah satunya adalah Kanwil Kemenkumham Jawa Barat yang telah menyabet dua penghargaan terbaik, yakni: Terbaik ke-1 Dalam Pencapaian Kinerja berdasarkan penilaian Aplikasi SMART dan Terbaik ke-1 Dalam mendorong e-Gove dan Pemanfaatan TI. Turut hadir dalam acara tersebut, Menpan RB Asman Abnur, Anggota I BPK, ketua Ombudsman, Senin, 02/07/2018.

Piagam penghargaan dari Menkumham RI diterima Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jabar Indro Purwoko, Kepala Divisi Administrasi Dodot Adikoeswanto, Kepala Divisi Pemasyarakatan Alfi Zahrin Kiemas, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Heriyanto, Kepala Divisi Keimigrasian M. Henri.

Usai melaksanakan penyerahan penghargaan Mentri langsung memimpun rakor yang diikuti Eselon I dan II se Ineonesia. Ratusan pimpinan tinggi madya dan pimpinan tinggi pratama pada jajaran Kementerian Hukum dan HAM di seluruh Indonesia, Senin, 02/07/18 mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian pencapaian kinerja tahun 2018 dengan mengusung tema “Value for Money”.

Sekjen Kemenkumham RI, Bambang Rantam Sariwanto mengatakan, “Value for money adalah konsep pengelolaan organisasi yang mendasarkan pada tiga elemen utama yaitu ekonomis, efisiensi, dan efektivitas yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas kinerja yang ingin dicapai.

“Rapat Kerja Kementerian Hukum dan HAM ini dilaksanakan sebagai bentuk upaya pengendalian jajaran Kementerian Hukum dan HAM. Sebagaimana diketahui bahwa pengendalian merupakan bagian dari pemantauan, pemeriksaan dan evaluasi yang dilakukan oleh atasan atau pimpinan dalam organisasi terhadap komponen organisasi dan sumber-sumber yang ada untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumya, secara terus menerus dan berkesinambungan agar semua dapat berfungsi secara maksimal, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.” terang Bambang Rantam.

Sementara masih waktu yang sama Menkumham RI Yasonna H Laoly menyampaikan bahwa konsep “value for money” harus diterapkan dalam berorganisasi. Karena memang kita sadari, manfaat yang akan kita peroleh ketika kita menerapkan “value for money”, salah satunya adalah untuk meningkatkan efektifitas pelayanan publik dan mutu pelayanan menurunkan biaya dan alokasi belanja yang lebih berorientsi pada kepentingan publik, dan meningkatkan kesadaran akan uang publik (public costs awareness) sebagai akar pelaksanaan akuntabilitas publik.

“Ini sangat cocok dengan kondisi di Kementerian Hukum dan HAM yang mempunyai heterogenitas tugas fungsi, dengan cakupan wilayah kerja yang cukup besar. Adanya 870 satuan kerja dan 59.566 pegawai serta berbagai permasalahannya tentunya memerlukan dukungan anggaran yang cukup signifikan.

Tetapi faktanya, anggaran yang ada belum mampu dioptimalkan untuk meng-cover seluruh kebutuhan Kementerian Hukum dan HAM. Sehingga, perlu dilakukan pengendalian dan evaluasi terhadap kinerja dan anggaran yang dikelola, terutama yang dilaksanakan di daerah.”ujar Yasonna.

Lebih lanjut Mentri menuturkan, ,ASN Kemenkumham harus bergerak lincah bekerja menghasilkan kinerja yang berkualitas, dengan mengoptimalkan kemampuan dalam merencanakan mengaplikasikan, dan mampu mengevaluasi secara baik. Dan yang terakhir, ASN Kemenkumham harus tangguh. Mampu tetap berdiri tegak saat jatuh atau tertimpa permasalahan yang berat. Harus mempunyai etos kerja yang tinggi dan pantang menyerah dalam menaklukan tantangan yang dihadapi dalam birokrasi saat ini.”terang Yasonna kepada para peserta rakor.

“Semoga upaya kita ini mampu memperbaiki, menyempurnakan kualitas kinerja di Kementerian Hukum dan HAM, sesuai dengan esensi dari “Value for money”.”tutup Yasonna.

Tags: , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/