44 Lobster Mutiara dan 11.343 Baby Lobster Senilai Rp 1,7 Milliar Gagal Diselundupkan ke Vietnam

44 Lobster Mutiara dan 11.343 Baby Lobster Senilai Rp 1,7 Milliar Gagal Diselundupkan ke Vietnam

Kabarrakyat.co, Bandung – Ditpolairud Polda Jabar berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster yang akan diselundupkan ke Vietnam secara ilegal, di di Ds. Jayanti Kec. Cidaun Kab. Cianjur yang rencananya
akan dibawa ke Kp. Binuwangun Ds. Muara Kec. Wanasalam Kab. Lebak Banten.

Dalam pengungkapan di wilayah Cianjur, jajaran Ditpolairud Polda Jabar, menangkap dua pelaku yang diduga menjadi orang suruhan pengepul dari lobster tersebut.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan pengungkapan terbesar awal tahun 2018 ini.

“Sekitar 44 Lobster mutiara dengan nilai Rp 50.000 dijual menjadi 200.000 per ekornya, dan 11.343 baby lobster yang berhasil diamankan per ekor nya 12.000 bisa dijual sampai 50.000 per ekor. Nilai kerugian nya mencapai hampir 1,7 Milliar,” jelas Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Kamis (8/3) sore di Mapolda Jabar.

Sementara itu Ditpolairud Polda Jabar Kombes Pol Handoko menjelaskan bahwa pengungkapan ini berdasarkan informasi nelayan, yang mengetahui adanya penangkapan ilegal lobster.

“Kami mendapat informasi di Cianjur, bahwa ada pengepakan lobster di pinggir pantai selatan Cianjur, yang akan diselundupkan ke luar negeri. Saat dicek ke arah pantai selatan, ditemukan adanya basecamp pengepul yang melakukan pengepakan di bibir pantai selatan Cianjur,” jelasnya.

Berbekal informasi di lapangan, kami mengejar kendaraan pribadi jenis Mobilio yang membawa benih lobster tersebut ke arah Banten.

“Dua orang ini diamankan beserta barang bukti kendaraan , dan plastik baby lobster yang telah diberi oksigen,” terangnya.

Dua pelaku yang diamankan yakni Asep (38) dan Ranto (16) merupakan orang suruhan dari para pengepul.

“Tersangka ini orang suruhan pengepul yang menyuruh menangkap lobster, bahkan mereka berdua juga yang meminta nelayan untuk menangkap lobster lalu ditangkap dengan bayaran tertentu,” jelasnya.

Untuk aturan sesuai UU dalam menangkap ikan di laut sendiri, menangkap lobster ini dilarang oleh pemerintah.

“Kita selalu sosialisasi kepada nelayan untuk melarang menangkap lobster, karena merupakan hewan Budidaya, dan ini ada dalam UU perikanan. Untuk pengungkapan kali ini, penyidik akan mengejar pengepul pemberi modalnya,” jelasnya.

Kedua pelaku yang diamankan, dijerat Pasal 88 Jo Pasal 16 ayat (1), Pasal 100 Jo Pasal 7 ayat (2) huruf m dan n UU RI
No. 45 tahun 2009 tentang perikanan dengan perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang
perikanan.

“Ancaman Hukumanny yakni
6 tahun kurungan penjara dan denda 1,5 milyar rupiah,” paparnya.

Tags: ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/