Pembuat Mie Basah Berformalin Diamankan, Pelaku Beroperasi Sejak 10 Bulan Lalu

Pembuat Mie Basah Berformalin Diamankan, Pelaku Beroperasi Sejak 10 Bulan Lalu

Reporter : Rambe Purba, SE

Kabarrakyat.co, Bandung – Peredaran makanan yang tidak sesuai kadar gizi, bahkan cenderung membahayakan masyarakat berhasil diungkap Satgas Pangan Polda Jabar.

Pengungkapan terhadap peredaran mie basah Berformalin, berhasil diungkap, awal tahun 2018 ini.

Penjual mie berformalin tersebut, menjual dagangannya di pasar Caringin, kota Bandung.

MS penjual dan pembuat mie berformalin ini, menjual mie basah untuk bahan baku makanan seperti mie ayam, baso dan makanan campuran mie lainnya.

“MS ini mencampur formalin dengan mie basah yang memang dijual sepert biasa. Alasannya karena mie berformalin lebih tahan lama dibandingkan mie biasa yang dijual,”terang Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Kamis (11/1) di Kantor Bappeda Jabar jalan Dago, Kota Bandung.

Kapolda menambahkan, penangkapam terhadap MS sendiri berawal dari penangkapan terhadap supir mobil pick up yang dicurigai membawa bahan makanan.

“Awalnya tim Reskrimsus menangkap supir inisial RR, Selasa malam lalu di jalan Soekarno-Hatta. Dari penangkapan terhadap R, ditelusuri ke salah satu rumah dan gudang milik MS. Dimana dikediaman MS ditemukan mie formalin.

“MS ini melakukan penjualan di Pasar Caringin, namun untuk produksinya di Kabupaten Cianjur,” jelasnya.

Terpisah Direskrimsus Polda Jabar, Kombes Samudi, menjelaskan bahwa pelaku ini diduga telah beroperasi lama menjalankan kegiatannya.

“Pengakuannya baru 10 bulan melakukan kegiatannya mencampur mie basah dengan formalin. Caranya yakni dengan menambahkan formalin melalui tutup akua. Yakni tiga kilo mie basah dicampur dengan satu tutup botol akua,” terang Direskrimsus.

Dari penggeladahan di kediaman MS di Desa Padajaya , Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur didapat satu ton mie berformalin siap edar.

“Dari usaha ilegalnya ini, MS mendapatkan keuntungan rata-rata sebesar lebih dari Rp. 500.000,- untuk setiap kali penjualan dan sudah berjalan sekitar 10 bulan,” terangnya.

Pelaku MS ini melanggar pasal pasal 136 huruf a dan b Undang-undang Republik Indonesia No. 18 tahun 2012 tentang Pangan.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 adalah Setiap orang yang melakukan Produksi Pangan untuk diedarkan dengan sengaja menggunakan :

a. bahan tambahan Pangan melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan; atau

b. bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan Pangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 75 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 10.000.000.000.00 (sepuluh miliar rupiah).

Adapun Pasal 75 adalah :
(1) Setiap orang melakukan Produksi Pangan untuk diedarkan dilarang menggunakan:

a. Bahan tambahan pangan yang melapaui ambang batas maksimal yang ditetapkan; dan/atau
b. Bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan Pangan.
(2) Ketentuan mengenai ambang batas maksimal dan bahan yang dilarang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah.

Dari pengungkapan kasus mie berformalin ini berhasil diamankan 1 (satu) unit kendaraan Roda Empat merek DAIHATSU GRANDMAX No. Pol : Z-8626-DR warna hitam beserta kunci kontak dan STNK a.n. KELI BAYU yang bermuatan 9,5 (sembilan koma lima) kwintal mie basah yang diduga mengandung formalin, 58 (lima puluh delapan) karung tepung terigu dragon fly isi 25 kg, 6 (enam) karung Aci Tapioka halus Cap S. Tiga, 1 (satu) unit mesin molen, 1 (satu) unit mesin penggiling,2 (dua) unit pisau pemotong cetakan mie,2 (dua) buah katel tanam, 1 (satu) unit meja kayu, 1 (satu) unit blower, 1 (satu) unit kipas angin duduk, 1 (satu) unit timbangan duduk, 1 (satu) buah saringan serok,2 (dua) buah sumpit terbuat dari bambu,½ (setengah) jerigen minyak kacang,1 (satu) ember pewarna makanan, 1 (satu) kantong plastik tawas,¼ (satu perempat) tong kecil Soda As.

Tags: , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/