Pelaku Begal Spesialis SPBU dan Minimarket Ditembak Polisi

Pelaku Begal Spesialis SPBU dan Minimarket Ditembak Polisi

Reporter : Rambe Purba, SE

Kabarrakyat.co, Bandung – Pelaku begal sadis yang melakukan aksinya di malam hari, yang menyasar tempat umum dengan akses selama 24 jam, berhasil dilumpuhkan jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung.

Tiga pelaku dari enam pelaku yang diidentifikasi Polisi, berhasil ditangkap dan dilumpuhkan karena melawan saat akan ditangkap. Ketiganya yakni IB (24), JU (22) dan AS (23).

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo menyatakan bahwa pelaku begal pencurian dengan kekerasan ini, diduga jaringan begal dengan samurai katana di wilayah Bandung raya dan DKI Jakarta.

“Pelaku ini satu sindikat, merupakan jaringan pelaku begal spesialis SPBU dan minimarket. Dari tanggal 1 sampai 8 januari ini, pelaku mengakui sudah 8 tkp untuk 2018 awal ini. Sebelumnya tahun 2017 ada 12 tkp,” jelas Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo, Selasa (9/1).

Dirinya menambahkan, dari 20 tkp. Pelaku pernah melakukan perampokan ke satu minimarket sebanyak dua kali.

“Para pelaku yang diamankan mengaku merampok SPBU, dan minimarket. Bahkan minimarket yang dirampok di satu lokasi dirampok sebanyak dua kali,” jelasnya.

Dari hasi perampokan yang terakhir, pelaku menggasak uang di SPBU jalan M Ramdan sebanyak Rp 10 juta.

“Yang terakhir beraksi di jalan M ramdan, di sebuah SPBU, Kamis (4/1) dinihari lalu. Pelaku berpura-pura sebagai pembeli, lalu menodongkan samurai katana ke pegawai SPBU,” jelasnya.

Ketiga pelaku sendiri, berhasil ditangkap dan dilumpuhkan kakinya.

“Ketiga pelaku kita lumpuhkan kakinya, karena melawan saat akan ditangkap,” jelasnya.

Ketiga pelaku yang masih buron yakni, Egi, Aep, Robin.

“Kesemua pelaku warga Banjaran Kabupaten Bandung,” paparnya.

Para korban yang menjadi korban begal komplotan ini, dihadirkan di Mapolrestabes untuk melihat para pelaku kejahatan.

“Kami hadirkan untuk melihat pelaku, karena meresahkan masyarakat yang tengah bekerja mencari nafkah di malam hari. Bandung aman bagi masayarakat, tidak aman bagi pelaku kejahatan,” jelasnya.

Pelaku IB kepada wartawan mengaku, melakukan aksi perampokan ke SPBU dan minimarket karena pengaruh miras dan kebutuhan hidup.

“Kebutuhan hidup pak, saya melakukan aksi usai minum miras biar naik dan tidak takut,” jelas IB di Mapolrestabes Bandung dengan menggunakan baju tahanan dan dua kakinya di perban.

Dari tangan tiga tersangka, petugas mengamankan satu unit motor Yamaha X-Ride, satu unit Honda Scoopy, Honda Beat, Yamaha Mio, uang tunai Rp1.870.000, dan dua bilah samurai.

“Tiga tersangka kami lakukam tindakan tegas dengan ditembak kakinya karena melawan dan berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Mereka dijerat Pasal 365 ayat (2) ke-1e dan 4e KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tutur Kapolrestabes.

M Reki (19), pegawai SPBU Jalan Mohammad Ramdhan mengatakan, perampokan terjadi saat suasana sepi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Saat itu, SPBU hanya dijaga tiga pegawai. Tiba-tiba dua pelaku datang menggunakan sepeda motor.

Salah seorang pelaku turun dan menghunus samurai ke leher Reki. Pelaku lalu mengambil uang Rp10 juta.

“Tadinya uang itu mau saya masukin ke brankas tapi diambil sama pelaku. Setelah mengambil uang pelaku kabur. Terus saya teriak rampok, rampok,” kata Reki ditemui di Mapolrestabes Bandung.

Tags: , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/