Gudang Pengoplos Pupuk Bersubsidi Diamankan

Gudang Pengoplos Pupuk Bersubsidi Diamankan

Reporter : Yudanto

Kabarrakyat.co, Bandung – Tim satgas pangan Polres Indramayu berhasil mengungkap gudang penyimapanan pupuk yang diduga mengoplos pupuk subsidi untuk menjadi pupuk non subsidi.

Dalam paparan hasil pengungkapan, Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto menyatakan bahwa pengungkapan ini berdasarkan hasil laporan dari masyarakat di Indramayu.

Kapolda menegaskan, pengungkapan ini untuk membela petani kecil yang selalu dirugikan. Karena pupuk bagi petani sudah disubsidi oleh pemerintah.

“Pengungkapan gudang pupuk ini, berawal dari laporan masyarakat, saat dicek didalam gudang terdapat mesin untuk merapihkan pupuk, dimana pupuk bersubsidi jenis Phonsk dirubah kemasannya kedalam pupuk non subsidi dengan merk Kebomas,” jelas Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto didampingi Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, di lobi Mapolda Jabar, Jumat (3/11).

Menurut mantan Kapolda Sumsel ini, harga jual yang seharusnha Rp 2.300 per kilogram, dijual dengan Rp 6.500 per kilogramnya.

“Jadi ada selisih keuntungannya 4.500, dan ini sangat merugikan petani kecil di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Indramayu,” terangnya.

Jumlah pupuk yang berhasil disita yakni sebanyak 40 ton atau sebanyak 800 karung dengan jumlah 50 kilogram.

“Pengungkapan pupuk ini di Desa Cilet , Kecamatan Kandanghaur, saat dilakukan penggrebegan petugas mendapati supir yang membawa pupuk tersebut,” jelasnya.

Kapolda berharap, pemilik pupuk ini untuk menyerahkan diri ke Polisi, sebelum ditangkap.

“Pelaku utama masih kita buru, karena jelas ini bukan petani kecil, sampai berani membeli pupuk sebanyak 40 ton lalu di jual kembali dengan merk lain, entah ini diastributor atau apa, saya berharap pemilik pupuk ini menyerahkan diri, karena telah merugikan negara dan petani,” jelasnya.

Polda Jabar sendiri sudah mengetahui asal pupuk ini darimana, dan terus hingga saat ini terus diselidiki.

“Berasal dari Brebes pupuknya ini, kita masih dalami apakah sudah berlangsung lama, atau gimana dan penyebarannya kemana saja,” terangnya.

Dalam pengungkapan ini, berhasil disita barang bukti berupa satu unit truk colt diesel No Pol G 1605 LJ, 314 karung pupuk subsidi jenis NPK merk Phonska, 486 karung pupuk non subsidi merk kebo emas, 100 karung plastik ukuran 50 kg bertuliskan pupuk kebo emas, 100 karung bekas pupuk npk Phonska dan dua buah mesin jahit karung merk Newlong.

Pelaku sendiri akan dijerat dengan pasal 6 ayat 1 huruf a UU Darurat RI Nomor 7 Tahun 1995 tentang tindak pidana ekonomi dan atau pasal 60 ayat (1) huruf f UU No.12 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman dan atau pasal 106 UU No.7 tahun 2014 tentang perdagangan, serta Peraturan Presiden Nomor 15 2011 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 77 tahun 2005 tentang pengawasan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan dan pasal 7 peraturan pemerintah RI Nomor 11 tahun 1962 tentang Perdagangan barang-barang dalam pengawasam pasal 21 ayat (1) dan (2) jo pasal 30 ayat (3) peraturan menteri perdagangan RI Nomor 15/M-Dag/per/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.

“Pelaku kita jerat dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkas Mantan Kapolda Sumsel ini.

Tags: , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/