Polda Jabar Petakan Potensi Rawan di Pilkada Jabar

Polda Jabar Petakan Potensi Rawan di Pilkada Jabar

Reporter : Rambe Purba, SE

Kabarrakyat.co Semarang – Polda Jawa Barat mengantisipasi adanya mobilisasi massa saat perhelatan Pilkada Jawa Barat.

Sebab, jumlah penduduk Jabar yang masuk daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 33 juta orang.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, mobilisasi massa merupakan salah satu potensi kerawanan. Pihaknya telah memetakan potensi kerawanan tersebut. Hasilnya, ada lima potensi kerawanan mobilisasi massa

Pertama, konflik atau salah paham antara calon yang diusung dengan partai. Hal itu bisa berujung pada mobilisasi massa pendukung ke kator partai pengusung. Agung mengakui, saat ini belum ada pasangan calon gubernur Jabar. Namun, pihaknya telah menemui pimpinan parpol di Jabar untuk meredam isu-isu yang tidak benar.

Potensi kerawanan yang kedua adalah penyalahgunaan wewenang yang dilakukan calon dari incumbent.

Berdasarkan informasi dan pengalaman sebelumnya, incumbent bisa menggerakan aparat sipil negara (ASN) untuk mengikuti kegiatan yang bukan kegiatan kedinasan.

“Itu tidak boleh. Kalau ada paslon lain yang memonitor, itu bisa jadi potensi konflik,” kata Agung di sela-sela Apel Kasatwil di Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Rabu 11 Oktober 2017.

Selanjutnya, potensi penggunaan ormas-ormas dan buruh dalam memobilisasi massa. Jumlah ormas dan buruh di Jawa Barat dinilai juga cukup banyak, sehingga perlu diwaspadai jika ada pihak-pihak yang memanfaatkan ormas dan buruh.

Selain itu, polisi juga mewaspadai potensi Pilkada kabupaten/kota yang bersebelahan.

“Misal Kabupaten Bogor dengan Kota Depok. Itu dapat diindikasikan bisa memobilisasi masyarakat yang Bogor nyoblos ke Depok atau sebaliknya. Karena sampai dengan sekarang, ada 3 juta penduduk yang belum memiliki KTP-el,” tutur bekas Kakorlantas tersebut.

Tidak hanya itu, Agung juga mewaspadai mobilisasi massa yang menggunakan komunitas sepeda motor oleh pasangan calon. Pasalnya, di Jawa Barat memang cukup terkenal dengan komunitas sepeda motor yang cukup besar.

“Kadang-kadang dari salah satu parpol menarik komunitas motor tersebut,” tegas Agung.

Agung juga memprediksi masyarakat Jawa Barat bakal terpolarisasi dan terbagi dalam berbagai kelompok sesuai jumlah pasangan calon. Ia sudah menyampaikan hal ini kepada pihak-pihak terkait, khususnya parpol yang akan mengikuti kontestasi Pilkada.

Ia berharap, pada saat masuk dalam tahapan pilkada, siapapun yang terpilih, itu adalah mekanisme demokrasi. Kalau tidak menerima, massa bisa melaporkannya lewat mekanisme hukum.

“Bisa lewat jalur MK (Mahkamah Konstitusi). Tidak boleh memobilisasi massa untuk menekan KPU dan pihak-pihak lain,” kata Agung.

Tags: ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/