Polda Jabar Ungkap Pengoplos Bumbu Merica Serbuk dan Cabai Merah Serbuk

Polda Jabar Ungkap Pengoplos Bumbu Merica Serbuk dan Cabai Merah Serbuk

Reporter : Rambe Purba, SE

Kabarrakyat.co. Bandung – Jajaran Dit Reskrimsus Polda Jabar berhasil mengamankan lokasi yang diduga sebagai tempat pembuatan bumbu merica serbuk dan bumbu cabai merah serbuk di Dusun II Bulak Rt. 02 Rw. 03 Desa Banjar Wangunan Kec. Mundu Kab. Cirebon, Selasa, 19 september lalu sekitar Pukul 12.45 Wib.

Modus Operandi, terlapor inisial IS menerima jasa penggilingan yang telah dilakukan selama 5 tahun. Terlapor IS memproduksi serbuk cabai, serbuk merica, serbuk ketumbar dan cupat (tangkai cabai) dengan komposisi bahan :

a. Serbuk cabai
1) Biji cabai 33,5 %
2) Cabai kering yang tidak
layak 33,5 %
3) Jagung 33 %
4) Zat pewarna kurang dari 1 %

b. Serbuk merica
1) Serbuk Merica 30 %
2) Cabai putih 30 %
3) Beras Menir 30 %
4) Merica Asli 10 %

c. Serbuk Ketumbar
1) Jagung Putih 70 %
2) Ketumbar 30 %

d. Pembuatan Serbuk Cupat
1) Tangkai Cabai 70 %
2) Jagung 30 %
3) Pewarna kurang dari 1 %

Penggilingan cabai bubuk, lada bubuk dan cupat (tangkai cabai) atas permintaan dari AR, LE, SA dan H. RI.

Penghasilan IS dari jasa penggilingan setiap bulannya menghasilkan sekitar 7 ton dengan nominal uang sewa jasa penggilingan per kilogramnya antara Rp. 1.500 (Seribu Lima Ratus) s.d. Rp. 2.000 (Dua Ribu Rupiah). Jadi setiap bulannya IS menerima antara Rp. 6.000.000 (Enam Juta Rupiah) s.d. Rp. 7.500.000 (Tujuh Juta Lima Ratus Rupiah).

Untuk produksi pribadinya IS membuat cabai bubuk setiap bulanya berkisar antara 1 ton s.d. 1,5 ton dengan harga jual Rp. 26.000/Kg sampai ditempat, sehingga IS memiliki keuntungan bersih dari modal dan lain-lain sekitar Rp. 7.000.000,- (Tujuh Juta Rupiah).

Kegiatan IS ini dibantu oleh pekerja CA serta pemasaran dilakukan sendiri ke wilayah Sukabumi.

“Penghasilan IS dari jasa penggilingan dan produksi pribadinya setiap bulannya berkisar antara Rp.13.000.000,- (Tiga Belas Juta Rupiah) sampai dengan Rp. 14.000.000,- (Empat Belas Juta Rupiah ),” terang Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto kepada wartawan di mapolda Jabar, Selasa, 26/09/2017.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti 52 (lima puluh dua) kantong plastik bumbu cabai merah serbuk yang sudah jadi @10Kg per kantong plastik.

193 (seratus sembilan puluh tiga) karung yang berisi diantaranya : Cupat Cabai, Jagung, Biji Cabai dan Cabai kering.
10 (sepuluh) karung Cupat Cabai giling @25Kg per karung serta
2 (dua) karung bubuk Jagung yang sudah diberi zat pewarna.
1 (satu) karung bumbu Merica yang sudah siap edar.
3 (tiga) karung tangkai/atau cupat cabai. 4 (empat) karung cabai kering. 2 (dua) karung biji cabai.1 (satu) bungkus pewarna makanan.
1 (satu) timbangan duduk/dacin.
Dengan jumlah keseluruhan barang bukti sebanyak 3,7 ton.

Terlapor dikenai Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan Pasal 140, dan Pasal 142 antara lain, Pasal 140.

“Setiap orang yang memproduksi dan memperdagangkan pangan yang dengan sengaja tidak memenuhi standar pangan sebagaimana dimaksud Pasal 86 Ayat (2) dipidana denga pidana paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 4.000.000.000 (Empat Miliar Rupiah)” dan Pasal 142. Pelaku usaha pangan yang dengan sengaja tidak memiliki izin edar terhadap setiap pangan olahan yang di buat di dalam negeri atau yang di impor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran sebagaimana dimaksud dalam pasal 91 Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 4.000.000.000.00 (Empat Miliar Rupiah),”jelasnya.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto menghimbau kepada konsumen dan masyarakat luas agar berhati – hati dalam membeli pangan yang mengandung bahan berbahaya.

Tags:

ad slot 728x90
ad space 400x90/