Polda Jabar Musnahkan Sabu 7,5 Kg dan 207 Kg Ganja Senilai Rp 27 M

Polda Jabar Musnahkan Sabu 7,5 Kg dan 207 Kg Ganja Senilai Rp 27 M

Kabarrakyat.co, Bandung – Polda Jawa Barat menggelar pemusnahan barang bukti narkoba sebanyak 7,5 kilogram sabu-sabu dan 207 kilogram ganja senilai Rp 27 miliar.

Barang bukti tersebut merupakan operasi yang dilakukan ‎sejak 6 bulan terakhir yaitu, September 2016 sampai Februari 2017 oleh jajaran Direktorat Narkoba Polda Jabar.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan yang memimpin acara pemusnahana, mengatakan peredaran narkoba yang berhasil diungkap ini merupakan jaringan narkoba internasional.

“Saat ini Jabar sudah jadi target jaringan internasional, sehingga kita terus ungkap masuknya jaringan narkoba internasional,” jelasnya sebelum melakukan pemusnahan barang bukti narkoba, dihalaman Mapolda Jabar, Jumat (17/3/2017) kemarin.

Menurut Kapolda, tidak menutup kemungkinan, konsumen sampai produsen jaringan narkoba internasional juga ada diJabar. ‎

“Ini jaringan internasional yang kita ungkap termasuk jaringan dari Lapas, salah satunya Mr. Wong ini di Lapas Nusa Kambangan,” ujarnya.

Anton mengatakan, Mr Wong merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia yang akan menjalani hukuman mati kasus narkotika dan ditahan di Lapas Nusa Kambangan, Cilacap.

“Kalau dari hasil penangkapan, ini jaringan Tiongkok, Malaysia, ada yang lewat Sulawesi Selatan, Cirebon, Surabaya. Tapi semuanya 90 persen dari Malaysia, ada bandar besarnya. Ini dari 3 kelompok, semuanya dikendalikan dari lapas. Pengendaliannya dari Lapas Nusa Kambanagan dan Bulak Kapal. Mr Wong yang sudah dapat hukuman mati, WNA dari Malaysia,” tutur Anton.

Masih maraknya pengendalian peredaran narkotika di dalam Lapas, Anton berharap instansi terkait bisa berkerjasama dalam memberantasnya. Salah satunya dengan menghentikan masuknya alat komunikasi ke dalam Lapas.

“Razia di Lapas masih dirasakan efektif, tapi perlu sinergitas antar instansi. Dengan sampai saat ini kita tetap melakukan razia agar bagaimana alat-alat komunikasi tidak bisa masuk. Masuknya alat komunikasi adalah pelanggaran keras, karena dia bisa berkomunikasi dengan mengendalikan peredaran narkotika di dalam Lapas,” jelas dia.

Acara pemusnahan narkoba tersebut, disaksikan juga oleh Muspida Jabar dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kodam III Siliwangi, MUI Jabar, Kemenkum HAM Jabar dan sejumlah elemen yang ‎mendukung pemberantasan peredaran narkoba. (kr-1)

Tags: ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/