Pemkot Bandung Promosi Wisata di Bandar Udara Husein Sastranegara

Pemkot Bandung Promosi Wisata di Bandar Udara Husein Sastranegara

BANDARĀ Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung kini berubah dari kondisi fisik Bandara yang hampir 20 tahun belum direnovasi tersebut. Bandara Husein Sastranegara Bandung mempercantik diri untuk bisa menjadi bandara yang setara bandara internasional di wilayah kota Bandung.

Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung kini tampil dengan wajah baru, nyaman, berkapasitas besar dalam menampung arus penumpang dengan menampilkan nuansa art gallery. Hal tersebut merupakan hasil pembangunan yang dimulai PT Angkasa Pura II sejak 29 September 2014 lalu.

PT. Angkasa Pura II sebagai pengelola berharap dengan kondisi yang lebih nyaman dan luas membuat pengguna baik penumpang domestik maupun wisatawan asing akan lebih merasakan manfaat lebih dari penampilan baru ini.

Terlebih diketahui kota Bandung merupakan salah satu destinasi wisatawan asing terutama Singapura, Malaysia dan Tiongkok. Dalam 3 tahun terakhir angka wisatawan asing yang datang ke kota Bandung terus mengalami kenaikan.

Wajah baru bandar udara ini mengambil tema “Modern with Traditional Nuances Airport”. Desain bangunan terinspirasi arsitektur tradisional atap rumah khas Jawa Barat, yakni Leuit (tempat menyimpan gabah) dan Julang Ngapak (rumah tradisional Sunda), serta senjata tradisional khas Jawa Barat yakni kujang.

Wajah baru didominasi oleh warna biru. Warna tersebut diambil dari warna tanaman tarum yang jika diolah bisa menghasilkan warna biru.

Bandara Husein Sastranegara mengusung konsep Butik Bandara. Interior di dalamnya didesain dengan suasana seperti di galeri, termasuk pameran lukisan dan alunan musik tradisional.

Pada dinding-dindingnya dipajang karya-karya seni dan videotron pariwisata, juga ada perpustakaan, ruang internet dan lainnya.

Dengan diperluasnya terminal, kapasitas tampung terminal akan meningkat signifikan menjadi 3,4 juta penumpang per tahun atau lebih tinggi dibandingkan sebelum pengembangan yang hanya 750.000 penumpang.

Pada area komersial setelah pengembangan memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi atau jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya yang hanya 500 meter persegi.

Sementara itu, untuk landasan masih mengandalkan satu landas pacu berukuran 2.500 meter x 45 meter yang bisa mengakomodasi penerbangan dengan pesawat sekelas Boeing 737-800 NG, Airbus A320, dan Boeing 737-900 ER.

Maskapai yang beroperasi di Bandara Husein Sastranegara antara lain AirAsia, Lion Air, Garuda Indonesia, Citilink, Express Air, Silk Air, Wings Air, Susi Air, dan Tiger Air.

Bangunan baru Bandara Husein Sastranegara akan difokuskan pada penerbangan domestik, sedangkan bangunan hasil pengembangan melayani penerbangan internasional.

Perubahan wajah Bandara Husein Sastranegara juga diharapkan menjadi contoh bagi bandara lain untuk mencapai target menjadi world class airport.

Pihak Pemkot Bandung, akan maksimal melakukan promosi wisata di Bandara Husein Sastranegara.Yang mana nantinya para penumpang yang akan pergi dan datang ke Bandara Husein akan disuguhkan tarian budaya sunda, serta kesenian dan kerajinan hasil karya warga Bandung.

Kepala Bidang Sarana Wisata Dinas Pariwisata Kota Bandung, Iwan Rusmawan mengatakan Pemkot Bandung akan memaksimalkan promosi wisata dan budaya di Bandara Husein Sastranegara yang baru ini.

” Ciri khas budaya sunda, dan kebudayaannya akan dimaksimalkan. Kedepan akan ditampilkan kesenian dan kebudayaan seminggu dua kali di Bandara Husein saat weekend,” ujar Iwan di Bandara Husein saat memperkenalkan kesenian tari merak di Bandara Husein.

Iwan menambahkan, selain tarian, hasil kerajinan pun akan di pajang di Bandara husein ini.

” Kita akan buat bandara husein ini bandara art, yang bisa mempromosikan. Bahkan Dekranasda yang membawahi kerajinan akan ada galeri disini, ada dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung,” pungkasnya.

Sementara itu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyamakan bandar udara di Bandung itu dengan artis Chelsea Islan.

“Bandara Bandung yang baru. Seperti Chelsea Islan, mungil tapi nyeni,” kata Ridwan Kamil.

Balutan karya seni sudah tampak pada sejumlah sisi bangunan yang kental dengan nuansa Tatar Parahyangan dari struktur bangunan khas tradisional Sunda hal itu sesuai dengan tema bandara yakni “Bandung Pisan”.

“Walau ukurannya tidak terlalu besar, tapi penuh dengan emosi, yaitu kreativitas warga Bandung. Mudah-mudahan bisa membanggakan, jadi kecil-kecil cabai rawitlah,” ucap dia.

Selain itu, Emil juga akan memfasilitasi para seniman Bandung untuk bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara.(Adv)

Tags: , , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/