Komisi IX DPR: Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Jabar Cukup Tinggi

Komisi IX DPR: Jumlah Penderita Gangguan Jiwa di Jabar Cukup Tinggi

KabarRakyat, Cisarua – Sedikitnya 4,5 juta jiwa penduduk Jawa Barat mengalami gangguan kejiwaan, dengan meningkatnya jumlah penderita jiwa tersebut maka  dibangun Ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) di RSJ Cisarua.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi IX DPR, Dede Yusuf saat melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (27/02).

Menurut Dede, tingginya jumlah orang yang mengalami ganggungan kejiwaan itu akibat dari semakin bertambahnya jumlah penduduk, serta beban hidup yang terus meningkat.

“Itu tentunya berpotensi terhadap kemungkinan seseorang mengalami gangguan jiwa,” katanya.

Selain itu, ada juga penambahan dan perubahan beberapa rumah sakit di Jawa Jarat yang bisa melayani pasien yang mengalami gangguan kejiwaanya.

“Salah satunya Rumah Sakit Paru di Cirebon, yang akan dirobah menjadi Rumah Sakit Umum dan ada bagian kejiwaanya karena angkanya juga cukup tinggi,” tuturnya.

Dengan laju pertumbuhan yang cukup tinggi, baik skala nasional maupun di Jawa Barat yang masuk dalam kategori produktif hampir 50 persen. Akan tetapi, jika tidak memiliki program yang baik dalam keluarga, maka nantinya generasi yang dihasilkan tidak akan produktif.

Produktif disini, artinya kuat dalam sektor, pendidikan, agama, kesehatan, sosial dan kultur serta budaya yang harus diterapkan sedini mungkin secara berkesinambungan.

“Kalau tidak, dampaknya anak bisa jadi pengangguran, terjun ke narkoba, HIV, seks bebas, terorisme dan lainya. Jadi untuk menghasilkan keluarga yang produktif, harus menjaga sektor-sektor tersebut,” terangnya.[kr-1]

Tags: , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/