Warga Cieunteung Minta Keseriusan Pemerintah Soal Relokasi

Warga Cieunteung Minta Keseriusan Pemerintah Soal Relokasi

KabarRakyat, Bandung –  Banjir di Kampung Cieunteung dan Kampung Andir Kelurahan Baleendah Kabupaten Bandung, Rabu (24/2/2016) mulai meninggi.

Sejak selasa malam kemarin, air bertambah tinggi. Sehingga warga mulai mengungsi, untuk menghindari terjangan banjir yang menggenangi permukiman mereka.

Sedikitnya terdapat 40 warga dari dua kampung itu mengisi pengungsian di Gedung Serba Guna Kelurahan Baleendah dan Gedung Inkanas Baleendah, Kabupaten Bandung.

Ketua RW 20 Cieunteung, Jaja membenarkan beberapa warganya sudah ada yang mengungsi.

Jaja menambahkan, bahwa di Kampung Cieunteung sudah ada 8 keluarga sebanyak 21 orang yang mengungsi. Namun, sebagian besar warga masih bertahan di rumahnya masing-masing.

“Warga yang mengungsi itu baru data sementara. Hingga saat ini, belum ada lagi warga yang mengungsi. Mungkin nanti kalau ketinggian banjir tidak surut-surut,” ujarnya, Rabu (24/4).

Dirinya bersama warga Kampung Cieunteung,  mengharapkan keseriusan pemerintah dalam menanggulangi permasalahan banjir yang kerap melanda Kampung Cieunteung. Warga mengaku sudah bosan dengan bencana banjir ini.

“Bukannya kami ingin tinggal di wilayah banjir. Kami mengharapkan segera adanya solusi. Bukan cuma isapan jempol belaka. Kami mendesak keseriusan dari pemerintah mengenai permasalahan yang kami hadapi ini,” jelasnya.

Disinggung mengenai upaya pembebasan lahan dalam program yang akan dilakukan Pemprov Jabar dan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Jaja pun mengharapkan pembebasan lahan korban banjir Citarum ini tidak berlarut-larut. Sebab, dari pertemuan warga dengan pihak Pemprov Jabar dan BBWS Citarum pada 3 pekan terakhir lalu, hingga saat ini belum ada titik cerah bagi warga.

“Pada pertemuan yang digelar tiga minggu lalu itu warga sudah menyepakati pembebasan lahan. Warga pun sudah menandatangani kesepakatan pembebasan. Sebenarnya proses pembebasan lahan ini tinggal menunggu rekomendasi gubernur. Warga kami sudah lelah terus menerus menjadi korban banjir tanpa ada solusi dari pemerintah,” ungkapnya.

Jaja menyatakan, berdasarkan hasil pertemuan yang telah dilakukan antara warga dengan pemerintah telah dialokasikan sebesar Rp 680 miliar.

“Memang ada mekanisme dalam pembebasan lahan ini. Akan tetapi, kami berharap mekanisme yang ditempuh ini tidak diulur-ulur terus, dan tidak dipermainkan,” ungkap Jaja.[kr-1]

Tags: , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/