Jabar Lanjutkan Program Perumahan Pekerja

Jabar Lanjutkan Program Perumahan Pekerja

KabarRakyat, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melanjutkan program perumahan untuk pekerja atau buruh kendati Rancangan Undang-undang Tabungan Perumahan Rakyat (RUU Tapera) mendapat penolakan dari asosiasi pengusaha.

Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Jabar Bambang Rianto mengaku program tersebut terus dilakukan karena Jabar sudah memulai perumahan buruh itu sebelum adanya RUU Tapera.

“Kita akan lanjutkan karena terbutkti sangat dirasakan manfaatnya oleh para pekerja berpenghasilan rendah, sambil menunggu perkembangan RUU itu,” ujarnya, Minggu (21/2) dilansir bisnis.com.

Sambil menunggu perkembangan RUU Tapera yang digulirkan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, pihaknya masih terus membangun apartemen transit sebagai rumah sewa sementara para buruh sebelum memiliki rumah sendiri.

“Karena ini juga sifatnya sementara sebelum mereka memiliki rumah permanen sendiri, maka apartemen transit itu akan terus kita kembangkan dengan skim yang ringan bagi buruh, terutama di kawasan industri di Jabar,” katanya.

Apartemen transit yang sudah berdiri di Jabar saat ini berada di Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Adapun total hunian di tiga lokasi tersebut mencapai 1.000 unit.

Bambang melanjutkan saat ini Jabar masih mengalami backlog atau kekurangan ketersediaan perumahan terbesar di lndonesia sekitar 1 juta unit rumah.

Dengan jumlah buruh yang sangat besar  tentunya berimplikasi pada kebutuhan hunian yang layak dan terus meningkat. “Kondisi perumahan buruh di Jabar masih memiliki banyak masalah. Bagi pekerja memiliki rumah yang layak masih seperti mimpi,” katanya.

Namun demikian, Bambang mengaku akan mengikuti perkembangan RUU Tapera itu, jika jadi disahkan maka skema program rumah untuk buruh di Jabar akan menyesuaikan.[kr-1]

Tags: , , , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/