Untuk Operasional Paskhas, TNI AU Butuh 119 Panser Anoa dan 18 Kendaraan Anti Pesawat Tempur

Untuk Operasional Paskhas, TNI AU Butuh 119 Panser Anoa dan 18 Kendaraan Anti Pesawat Tempur

KabarRakyat, Bandung, Jawa Barat  – Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara genap berusia 68 Tahun, selama usia tersebut Paskhas sebagai pasukan khusus TNI AU ikut andil menjaga NKRI (negara kesatuan republik Indonesia).

Dalam kesempatan HUT ke 68 Paskhas yang digelar di Mako Paskhas di Lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung, Kepala Staf TNI AU (KASAU) Marsekal TNI Agus Supriyatna, memperkenalkan alusista (alat utama sistem pertahanan) baru yang dimiliki Paskhas.

Didamping Komandan Korps Paskhas Marsekal Muda Adrian Watimena, KASAU memaparkan bahwa kebutuhan alusista bagi pasukan khas saat ini adalah, alusista yang sesuai perkembangan jaman. Seiring dengan teknologi yang semakin canggih.

” Guna memenuhi kebutuhan alusista korpaskhas AU, membutuhkan kendaraan anti pesawat tempur yang canggih. Kalau yang dulu itu pakai peluru 12,7 dengan model diputar, sekarang  sudah dimodernisasi dengan sistem computer,” ujar KASAU Marsekal Agus Supriyatna usai upacara HUT Paskhas di lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung, Senin (19/10).

Saat ini kendaraan anti pesawat tempur milik Paskhas baru ada 4 unit. Kendaraan buatan rusia tersebut bertahap akan dimiliki Paskhas TNI AU.

” Tahun depan tambah terus, pengennya ya banyak. Kalau target ideal 18 unit dulu sesuai ekonomi negara. Itu juga berkat bantuan publikasi dari media juga,” jelasnya.

Selain kendaraan anti pesawat tempur, KASAU juga menjelaskan jika kebutuhan bagi satuan tempur Paskhas saat ini adalah panser anoa buatan PT Pindad. Hal ini untuk memobilisasi pasukan di Wing (Batalyon) Paskhas saat ini.

” Wing 1,2,3,  dan. tim bravo saat ini menggunakan alat sistem senjata khusus. Untuk mobilisasi pasukan, kita akan gunakan panser buatan anak negeri, dengan jumlah 119 unit,” jelasnya.

Pemesanan bagi 119 unit panser anoa ini, menurut KASAU akan bertahap dikirim tiap tahunnya.

” Tahun depan baru 50 unit dulu, sisanya baru di tahunbnn berikutnya,” jelasnya.

KASAU mengakui,  diusia ke 68 Paskhas ini banyak tantangannya. Selain perkembangan teknologi, juga perkembangan SDM (sumber daya manusia) yang handal.

” Banyak tantangan, namun harus kita hadapi bersama. Di tengah situasi apapun, prajurit Paskhas TNI AU siap mengabdi untuk bangsa dan negara,” pungkasnya.

Hadir dalam upacara HUT Paskhas ke 68, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan beserta istri Netty Heryawan,Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasodjo, Kapolres Bandung AKBP Erwin Kurniawan yang mewakili Kapolda Jabar, serta purnawiran TNI AU mantan Korpaskhas.[kr-1]

 

Laporan: Ai Nurajijah

Tags: , , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/