Polda Jabar Kordinasi Dengan Kopertis 4 Jabar Terkait Penutupan Kampus di Jabar Oleh Kemendikti

" Bupati Purwakarta Sayangkan Pihak Universitas Purwakarta Tak Patuhi Proses Hukum"

Polda Jabar Kordinasi Dengan Kopertis 4 Jabar Terkait Penutupan Kampus di Jabar Oleh Kemendikti

KabarRakyat, Bandung – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar), melalui Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) menurunkan tim guna berkordinasi dengan Kopertis 4 Jawa Barat, terkait di nonaktifkan salah satu kampus di kota Bandung oleh Kemendikti pada Kamis (2/10) lalu.

‪Penonaktifan kampus tersebut, merupakan langkah lanjutan dari hasil investigasi pihak Kemenristek, terhadap 200 lebih kampus Bodong yang terdapat di sejumlah wilayah di Indonesia.‬

WadirKrimsus AKBP Gupuh. S melalui Kasubdit IV Tipidter AKBP Ade menjelaskan, tim yang dikirim Polda ke Kopertis 4 Jabar untuk menanyakan perihal proses penutupan terkait administrasi atau kampus bodong.

‪”Terkait penutupan kampus LP3I yang diduga merupakan kampus bodong, hari ini kita kirimkan tim kordinasi dengan pihak Kopertis 4 Jabar di Jatinangor, sejauh ini baru itu saja,” kata Ade, Senin (5/10) kepada wartawan.

Langkah ini menurut Ade, perlu dilakukan Polda Jabar. Agar koordinasi ini untuk menentukan langkah berikutnya dalam penyelidikan kampus bodong tersebut.‬

‪”Apakah ini masuk ranah atau hanya langkah administratif dari pihak mereka (Kopertis), kita masih tunggu hasil kordinasinnya nanti, kita hormati segala keputusannya nanti,” jelas Ade.‬

‪Ade mengatakan, sampai saat ini pihaknnya belum melakukan penyelidikan bersama dengan pihak kopertis terkait adanya kampus bodong di wilayah hukum Jabar.‬

‪”Tidak ada join investigation, kan kita belum tahu apakah mau di bawa ke ranah hukum atau tidak, sejauh ini kita baru melakukan terlebih dahulu,” katanya.‬

‪Ditanyai adanya kemungkinan kampus-kampus lain yang di duga merupakan kampus bodong, Ade mengatakan, sampai sejauh ini pihaknya belum menemukan kembali ada kampus bodong di wilayah hukum Polda Jabar.‬

‪”Sejauh ini tidak ada lagi, namun untuk ada atau tidaknya, secaraa pasti nya kita belum mengetahui, kopertis itu yang lebih banyak paham soal ini,” pungkasnya.

Sementara itu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat dimintai komentar mengenai ditutupnya kampus Universitas Purwakarta (Unpur), oleh Kemendikti Kamis pekan lalu. Dedi menyatakan sangat menyayangkan hal tersebut.

” Sangat disayangkan kampus Universitas Purwakarta ditutup Kemendikti, dan ini menjadikan cerminann bagi kampus lain khususnya di Purwakarta dan umumnya di Jawa Barat,” ujar Dedi saat ditemui Senin (5/10) di Bandung.

Diakui Dedi, ditutupnya Unpur bukan karena permasalahan kampus bodong atau ijazah palsu serta kouta mahasiswa yang tidak terpenuhi.

” Untuk Unpur ini permasalahannya administratif. Dimana sejak tahun 2008 lalu pihak Yayasan berkonflik perihal perebutan ketua Yayasan,” ujarnya.

Dedi menambahkan, saat konflik yayasan dibawa ke ranah hukum, pihak Unpur difasilitasi Pemkab agar berdamai namun tidak dilaksanakan.

” Saat ini Kemendikti menutup Unpur, karena rekomendasi soal pengurus yayasan tidak dipatuhi pihak yayasan Unpur. Saya berharap pihak yayasan dewasa demi kelangsungan kampus Unpur,” terangnya.

Dirinya meminta kepada seluruh alumni, tidak usah khawatir soal ijazah dari Unpur. Karena tidak ada kaitan dengan ijazah palsu.

” Dulu itu namanya STH Purwakarta (sekolah tinggi hukum Purwakarta). Saya juga alumninya, karena saya tau ini bukan masalah kampus bodong yang ramai saat ini. Untuk alumni tidak usah terpengaruh kepada penutupan ini, mudah-mudahan pihak yayasan dewasa,” pungkasnya.[kr-1]

 

Laporan: Ai Nurajijah

Tags: , , , , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/