Gelar Simposium Nasional Komunikasi Kesehatan, Unpad Akan Undang Menkes Jadi Pemateri

Gelar Simposium Nasional Komunikasi Kesehatan, Unpad Akan Undang Menkes Jadi Pemateri

KabarRakyat, Bandung – Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, akan mengadakan simposium nasional, dengan mengangkat tema “Komunikasi Kesehatan di Indonesia : Prospek Tantangan dan Hambatan”. Menkes RI Nila Farid Moeloek, rencananya akan hadir dan didaulat sebagai pembicara utama dalam simposium tersebut.

Menurut Ketua Pelaksana Simposium, Siti Karlina di kampus Unpad, Jalan Dipatiukur, Bandung, Rabu (09/09). Selain dihadiri oleh Menkes RI, acara tersebut diikuti pula oleh berbagai kalangan mulai dari masyarakat umum, para pakar atau akademisi, peneliti, profesional di bidang medis, praktisi dan pemerhati komunikasi kesehatan yang berasal dari lembaga penelitian, mahasiswa, LSM, instansi pemerintah, swasta, rumah sakit, serta instansi terkait lainnya.

Acara sendiri akan digelar di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Rabu (16/09), minggu depan.

“Pembicara ada 96 orang (pemakalah) dari 36 universitas, serta keynote speaker dari Menteri Kesehatan,” papar Siti.

Sementara itu, di tempat yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad Bandung, Profesor Deddy Mulyana menjelaskan simposium bertema komunikasi kesehatan mungkin menjadi yang pertama dan baru digelar di Indonesia.

Di perguruan tinggi pun, menurut dia belum banyak universitas yang membahas dan menerapkan program studi mengenai komunikasi kesehatan.

“Ini sebenarnya isu penting, namun belum banyak digarap. Banyak persoalan kesehatan justru hambatannya di miskomunikasi. Kemudian perbedaan mendefinisikan suatu penyakit, yang perlu pemahaman ilmu komunikasi yang baik,” jelas Deddy.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, ketertarikan pihaknya membahas isu komunikasi kesehatan, dilatarbelakangi karena masih banyaknya masyarakat yang belum percaya dengan tenaga ahli medis, yang profesional dan berlandaskan ilmiah.

Disamping itu, kendala komunikasi kesehatan dan ketimpangan yang terjadi, khususnya di kalangan masyarakat kelas bawah (miskin), juga melatarbelakangi pihaknya mengambil tema tersebut.

“Sampai saat ini masih banyak masyarakat kelas bawah, yang mempercayai orang pintar (dukun). Bahkan masyrakat kelas atas pun ternyata ada yang seperti itu,” terangnya.

Untuk itu, Unpad sendiri sudah mengadakan program studi Pascasarjana (S2), terkait Komunikasi kesehatan. Di Indonesia sendiri, belum banyak perguruan tinggi yang menerapkan ilmu komunikasi kesehatan.

“Baru ada di (Universitas) Atmajaya dan di Airlangga. Itu pun baru sebatas mata kuliah. Alhamdulillah di Unpad Prodi Komunikasi Kesehatan sudah ada, hanya itu di S2 (pascasarjana),” pungkasnya.[kr-1]

 

Laporan: Andri Ridwan Muttaqien

Tags: , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/