Aher Belum Terima Laporan Tim Ahli, Terkait Kelayakan Stadion Gedebage

Aher Belum Terima Laporan Tim Ahli, Terkait Kelayakan Stadion Gedebage

KabarRakyat, Bandung – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengaku belum menerima laporan hasil penelitian terkait kondisi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), dari tim ahli yang dibentuk oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Menurut Aher, hasil penelitian tersebut belum tentu akan dilanjutkan kepada Bareskrim Mabes Polri sebagai patokan kelayakan Stadion GBLA dalam menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI 2016.

Pasalnya, kewenangan untuk melanjutkan hasil penetilian tersebut, menurut dia berada ditangan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

“Mungkin sudah diterima, tapi belum ada laporan ke saya. Belum tentu akan dilanjutkan ke Bareskrim, karena penelitian yang kita inginkan kan ada pendapat dari Kementrian PU. Jadi yang akan memutuskan hasil penelitian itu kan kementrian PU,” terang Aher kepada awak media ditemui di Jalan Garut, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/08).

Sebelumnya, pada 29 Juli 2015 lalu, Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Budi Waseso, meninjau langsung ke lokasi GBLA. Menurutnya, GBLA tidak layak digunakan untuk helatan sebesar PON, lantaran beresiko ambruk (runtuh).

Namun, Aher mengaku belum mengetahui perihal keputusan Bareskrim yang menilai bahwa GBLA tidak layak digunakan. Kalaupun benar adanya, pihak Pemprov menyerahkan urusan GBLA sepenuhnya kepada Pemerintah Kota (Pemkot). Pasalnya, secara kesenangan dan kepemilikan Satdion GBLA, berada di tangan Pemkot Bandung.

“Mungkin Bareskrim melakukan penelitian juga. Yang penting bagi kita (Pemprov Jabar), karena tidak ada sentuhan langsung kecuali untuk persiapan PON nanti. Kalau kepemilikannya ada di kota bandung,” tandasnya.

Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengaku sudah menyerahkan hasil penelitian tersebut ke Pemprov Jabar sejak dua pekan lalu setelah Kabareskrim Budi Waseso melakukan peninjauan fisik stadion stadion GBLA.

“Sudah dikasihkan (ke Provinsi) dua minggu lalu, sesuai prosedur saja. Dari Provinsi bisa ke PU (Kementrian PU) bisa ke mana-mana,” paparnya.[kr-1]

Laporan: Andri Ridwan

Tags: , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/