Hadiah Sastera Rancage Sebagai Bentuk Upaya Pelestarian Bahasa Ibu

Hadiah Sastera Rancage Sebagai Bentuk Upaya Pelestarian Bahasa Ibu

KabarRakyat, Bandung – Yayasan Budaya Rancage, sebagai penggagas Hadiah Sastera Rancage, yang diberikan untuk para penulis karya sastera terbaik berbahasa daerah. Menginginkan helatan ini dapat menumbuhkan semangat memelihara, mengembangkan, dan melestarikan bahasa ibu.

Menurut Ketua Yayasan Kebudayaan Rancage, Rahmat Taufik Hidayat, bahasa ibu yang jumlahnya sekitar 700 lebih, dari sabang sampai merauke, saat ini terancam punah.

“Sebagian besar akan punah karena tergerus bahasa Indonesia dan luar,” tegasnya.

Dengan mengedepankan makna Rancage, yang dalam kosa kata sunda bermakna menuju tingkatan lebih tinggi. Pihaknya ingin kembali menghidupkan kembali bahasa ibu (bahasa daerah) yang cenderung tenggelam.

Di Indonesia sendiri sampai saat ini, yang rutin menerbitkan buku dalam bahasa daerah, baru hanya lima daerah (adat), diantaranya Sunda, Jawa, Bali, Batak, dan Lampung.

“Jadi semangat Rancage itu sebenaranya menumbuhkan semangat melestarikan bahasa ibu, bersama – sama berjuang memelihara, mengembangkan dan melestarikan bahasa ibu. Itu salah satu semangat yang akan kita bangun,” bebernya.

Bahkan di daerah Lampung, buku berbahasa daerah, diketahui hanya terbit setiap duabtahun sekali. Maka untuk tetap menjaga kelestarian bahasa ibu agar tidak punah, menurutnya perlua kesadaran dari dalam diri dan keluarga, untuk lebih sering menerapkan bahasa ibu sebagai bahasa sehari – hari.

“Supaya muncul yang namanya Ketahanan Keluarga,” pungkasnya.[kr-1]

Laporan: Andri Ridwan

Tags: , , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/