GMPP Kritisi Kunjungan Pejabat Disdik Dan Kepala Sekolah SMA Kota Bandung Ke China

GMPP Kritisi Kunjungan Pejabat Disdik Dan Kepala Sekolah SMA Kota Bandung Ke China

KabarRakyat, Bandung – Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan (GMPP) mengambil sikap kritis terhadap kunjungan studi banding yang dilakukan Pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, beserta seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK Se Kota Bandung, ke China dalam rangka mengikuti Workshop yang diselenggarakan pada tanggal 29 Juli sampai dengan 4 Agustus 2015.

GMPP menilai, studi banding yang dilakukan tidak sesuai dengan rencana  studi. Sebelumnya, dalam undangan dari Organizing Committee tertanggal 30 Mei 2015, disebutkan bahwa pertemuan yang akan diadakan pada tanggal 31 Juli-1 Agustus adalah Pertemuan puncak para kepala sekolah vokasional (China-ASEAN Vocational Edication Principal Sumit).

“Tapi dalam surat undangan dari SEAMOLEC (penyelenggara) disebutkan bahwa bentuk acaranya hanya sekedar workshop,” terang Juru Bicara GMPP, DR. Elvira Zeny, saat konferensi pers di Bandung, Kamis (30/07).

Keberangkatan pejabat dinas dan kepala sekolah SMAN, dirasa tidak sesuai dengan tujuan pertemuan, yaitu pertukaran gagasan antar kepala sekolah vokasional, bukan sekolah menengah umum.

Lebih lanjut Elvira menuturkan, bahwa kepergian para kepala sekolah ternyata juga tanpa pemberitahuan atau permohonan ijin dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kota Bandung.

“Pada saat yang sama para kepala sekolah seharusnya berada di sekolah untuk menyambut para siswa baru dan orang tua baru, sesuai Surat Edaran Mendikbud,” paparnya.

Selain masalah teknis, GMPP menilai perjalanan berkedok studi banding ini berpotensi melanggar hukum. Lantaran bila terbukti kepala sekolah menggunakan dana dari sekolah untuk perjalanan ke China, maka hal itu adalah pelanggaran hukum.

“Sekolah belum menyusun RAKS dan belum mengadakan rapat dengan orang tua siswa untuk mengesahkan RAKS,” pungkasnya.[kr-1]

Laporan: Andri Ridwan

Tags: , , , , , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/