PPDB Kacau, GMPP Dan Fortusis Seruduk Kantor DPRD Kota Bandung

PPDB Kacau, GMPP Dan Fortusis Seruduk Kantor DPRD Kota Bandung

KabarRakyat, Bandung – Kacau dan carut marutnya sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung Tahun 2015, membuat orang tua siswa geram.

Buntutnya para orang tua siswa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan (GMPP) dan Forum Orang Tua Siswa (Fortusis), menggelar aksi unjuk rasa dengan menyeruduk Kantor DPRD Kota Bandung, pada Senin (06/07).

Adapun hal – hal yang dituntut terkait sistem PPDB yang dirasa kacau, mulai dari sosialisasi Perwal, verifikasi data, kesalahan sistem rayonisasi, sampai pada pungutan ilegal yang dilakukan pihak oknum sekolah.

GMPP sendiri mengklaim sampai saat ini menerima lebih dari 200 aduan terkait kacaunya sistem PPBD Kota Bandung.

“Sistemnya tidak jelas, pendataannya kacau, kemudian kemana keadilan bagi warga miskin,” jelas Koordinator GMPP, Hary Santoni.

Mereka menilai, yang bertanggung jawab adalah Walikota Bandung, Ridwan Kamil, serta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung. Emil, sapaan akrab Walikota dinilai tidak paham sistem, sementara Disdik dinilai tidak dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Ada proses pembiaran dari walikota, Pelanggar peraturan itu sendiri adalah Ridwan Kamil dan Disdik Bandung,” tegas Hary.

Sementara itu, salah satu perwakilan orang tua siswa, Tatang (40), menilai ada banyak kejanggalan dan kesalahan terkait sistem PPDB. Dirinya mempertanyakan sistem dan dasar penentuan status warga miskin penerima SKTM.

“Saya juga pernah lihat yang punya mobil, rumahnya bagus, ada satpam, tapi dia masih pake SKTM,” paparnya.

Meski mendadak, aksi yang dilakukan oleh GMPP dan Fortusis, kemudian berlanjut dengan audiensi dan penyampaian aspirasi yang diterima langsung oleh Komisi D DPRD Kota Bandung.[kr-1]

Laporan: Andri Ridwan

Tags: , , , , , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/