Tunanetra Butuh Sukarelawan Pengajar Baca Al Qur’an Braille

Tunanetra Butuh Sukarelawan Pengajar Baca Al Qur’an Braille

KabarRakyat, Bandung – Ketersediaan produksi Al Qur’an Braille di Indonesia, ternyata tidak diimbangi dengan kemampuan para pengguna. Banyak penyandang tuna netra yang belum faham atau buta huruf braille dan buta Al Quran Braille.

Hal itu menjadi perhatian Yayasan Penyantunan Wyata Guna (YPWG), yang bergerak dalam bidang pemenuhan dan pembinaan penyandang disabilitas. Khususnya dalam mendorong minat membaca Al Qur’an Braille.

“Kita pernah sampaikan juga kepada Kemenag, Kemensos, dan Mendiknas, supaya ada pembinaan khusus (baca Al Qur’an Braille),”terang Kepala Unit Percetakan Al Qur’an Braille YPWG, di Bandung, Senin (22/06).

Menurutnya, lebih baik lagi jika banyak muncul sukarelawan yang bersedia mengajarkan cara membaca Al Qur’an Braille kepada tunanetra. Meski hal tersebut butuh dana yang tak sediki, tetapi tidak ada yang lebih efektif dan efisien dibanding cara tersebut.

“Syukur kalau banyak sukarelawan. Kemenag juga sebelumnya sudah ambil langkah awal dengan membuat pedoman Al Qur’an Braille,”imbuhnya.

Saat ini pihaknya menjadi salah satu pemasok terbesar Al Qur’an Braille. Dalam satu tahun bisa mencetak sampai 800 set Al Qur’an Braille untuk didistribusikan ke hampir seluruh daerah di Indonesia.[kr-2]

Laporan: Andri Ridwan

Tags: , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/