Belum Dibangun, Siswa SDN 1 Lebakwangi Terancam Berkurang

Belum Dibangun, Siswa SDN 1 Lebakwangi Terancam Berkurang

KabarRakyat, Bandung- Nasib 270 Siswa SDN 1 Lebakwangi Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung terkatung-katung. Janji pihak Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Bandung untuk membangung sekolah baru belum juga direalisasikan.

Bangunan SDN 1 Lebakwangi menjadi perebutan dengan salah seorang ahli waris yang mengaku memiliki lahan sekolah, padahal sudah sejak 1914 lalu bangunan sekolah berada di lokasi tersebut.

Namun, pada 2007 lalu, pihak ahli waris mengaku memiliki lahan sekolah, kasus tersebut sempat masuk ke ranah hukum dan dimenangkan pihak ahli waris dengan bukti sertifikat tanah, pemerintah Kabupaten Bandung sendiri tidak bisa membuktikan jika lahan sengketa tersebut merupakan milik pemerintah.

Puncaknya, pada Januari lalu pihak ahli waris mengusir anak-anak SDN 1 Lebakwangi dari bangunan sekolah dengan alasan lahan akan dijual.

Saat ini, 270 siswa terpaksa menempati GOR Desa setempat sebagai tempat belajar. Pemerintah Kabupaten Bandung sendiri, menjanjikan akan membuat bangunan baru, namunhingga sekarang belum juga terealisasi.

“Katanya April akan dibangun, tapi sampai sekarang belum juga ada realisasi,”tutur Kepala SekolahSDN 1 Lebakwangi, Euis Mariam, Selasa (26/5).

Padahal, pihak Desa sudah menyediakan lahan yang merupakan tanah carik. Euis berharap agar pDinas Pendidikan dan Kebudayaan segera menepatijanjinya untuk membuat bangunan baru.

“Katanya akan selesai saat tahun ajaran baru, tapi jika sekarang saja belum ada pembangunan, hampir dipastikan tahun ajaran baru kami masih akanbelajar di GOR,”ucapnya.

Keinginan untuk segera mempunyai bangunan baru bukan tanpa alasan, selain saat inisiswa harus belajar dalam satu ruangan, juga dikhawatirkan tidak akan ada lagi orang tua yang mendaftarkan anaknya ke sekolah tersebut. Bahkan, bukan tidak mungkin, siswa SDN 1 Lebakwangi juga bisa pindah ke sekolah lain yang lebih layak.

“Orang tua banyak yang menanyakan kapan akan dibangun. Kamijugatakut tidak ada yang mendaftar,”katanya.

Kepala Desa Lebakewangi, Ade Tiana mengaku kecewa dengan pigak IPTD TK/SD Arjasari dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung yang cenderung melantarkan siswa SDN 1 Lebakwangi belajar di tempat tidak layak.

Padahal, lahan carik Desa Lebakwangi sudah jauh-jauh hari dipersiapkan untuk pembangunan gedung sekolah baru.

“Saya merasa miris, anak-anak dilantarkan oleh pihak UPTD dan Dinas, padahal mereka menjanjikan akan membangun sekolah, tapi sampaisekrang belum kelihatan realisasinya,”ujarnya.

Pihak Dinas sendiri belum bisa dimintai keterangan, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Maman Sudrajat tidak menjawab ketika dihubungi telepon genggamnya, pesansingkat yang dikirim juga tidak dibalas.[kr-1]

Laporan: Mildan

Tags: , , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/