Tertimbun 8 meter, Dayu Selamat Dari Longsor

Longsor Pangalengan

Tertimbun 8 meter, Dayu Selamat Dari Longsor

KabarRakyat, Bandung-  Dayu Wahyu (18) sedang berada di rumahnya Kampung Cibitung Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, ketika mendengar suara gemuruh yang berasa dari longsor di Kampung tersebut.

Setelah mengetahui suara gemuruh tersebut merupakan longsor, tanpa pikir panjang dia berlari ke arah sebuah kebun tempat Neneknya biasa bekerja.

“Lokasi longsor berada tepat di tempat nenek biasa bekerja, makanya saya lari untuk menyelamatkannya,”tutur Dayu ketika diwawancara di Baledesa Margamukti, Rabu (6/5).

Namun, ternyata neneknya sudah tidak berada di lokasi tersebut, melainkan berada di tempat lain. Dia kemudian berlari hendak kembali ke rumahnya, namun tiba-tiba saja longsor susulan datang.

Dia mengira, jika suara gemuruh tersebut berasal dari mobil besar yang biasa beroperasi di wilayah tersebut, namun ternyata suara tersebut berasal dari tanah yang bergerak dengan cepat.

“Saya melihat longsoran kedua lebih besar dan disusul suara meledak dari pipa gas, saya lari sekencang-kencangnya,”ujarnya.

Ketika sedang berlari menjauhi longsor, dia terpeleset akhirnya tanah longsoran menghantam tubuhnya.

“Tanahnya bergerak sangat cepat, padahal saya lari tapi tanah terus mendekat dan menggulung saya hanya beberapa detiks etelah saya jatuh terpeleset,”paparnya.

Tanah yang menggulungnya menimbun pemuda tersebut sampai kedalaman sekitar delapan meter, selama beberapa saat tanah menggulungnya.

“Saya terombang-ambing didalam tanah, tidak bisa bernafas, buka mata juga tidak bisa,”ungkapnya.

Sadar akan keadaannya yang tertimbun longsor, Dayu mengaku pasrah dan mengira dia akan meninggal dunia, namun tuhan masih memberikan umur untuknya. Tanah longsor yang berputar, membawa tubuhnya naik ke permukaan.

“Setelah beberapa lama, tanah membawa tubuh saya naik ke atas dan alhamdulillah saya selamat,”katanya.

Dalam keadaan masih kaget dan lemas akibat tertimbun oleh longsor, dia kemudian berusaha keluar dari dalam tanah yang masih menimbun separuh badannya.

“Saya lemas, tapi terus berusaha dan akhirnya bisa saya berjalan merayap,”ungkapnya.

Dia merasa sangat bersyukur masih bisa selamat dari tragedi yang hampir merenggut nyawanya. Bagaimana tidak, berkubik-kubik tanah menimbun dan menyeret tubuhnya selama beberapa menit.

“Saya terseret sekitar 200 meter. Sangat bersyukur masih bisa berkumpul dengan keluarga,”ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, kepala bagian belakang Dayu mengalami robek dan harus dijahit, selain itu punggungnya juga mengalami memar-memar.

“Sebuah keajaiban, setelah tetimbun dan terseret, saya hanya mengalami luka ringan,”tandasnya.[kr-1]

Laporan: Mildan

Tags: , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/