Phillipina dan Thailand Gunakan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua

Phillipina dan Thailand Gunakan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua

KabarRakyat, Bandung – Negara asean seperti Phillipina dan Thailand rupanya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua setelah bahasa nasionalnya.

Hal ini terungkap saat Seminar Himpunan Perguruan Tinggi Swasta Kesehatan Indonesia (HPTSKES) Indonesia, di hotel savoy homan Bandung, yang digelar Rabu-Kamis (8-9 april).

Menurut Ketua Panitia Seminar Asep Sofyan Ramadhy mengatakan bahwa, dua negara asean yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, karena banyaknya pasien asal Indonesia yang berobat ke dua negara tersebut.

” Ini fakta, dan perawat kita saat ini harus bisa bersaing, terlebih di era MEA 2015 ini, sehingga kita siapkan perawat-perawat handal asal Indonesia untuk bisa menembus pasar Negara Asean, dan dunia,” ujarnya di sela pembukan Seminar, Rabu (8/4).

Asep Sofyan menyatakan, bahwa kebutuhan akan perawat di era MEA 2015 saat ini sangatlah strategis. Sehingga kita siapkan seluruh perawat yang tergabung dalam HPTSKES Indonesia.

” Ini adalah cara kita sebagai PTS (perguruan tinggi swasta) kesehatan yang ada di Indonesia, kami harus. memiliki kesiapan, dan daya saing,” jelasnya.

Seminar yang bekerjasama dengan Semolec (asosiasi kementerian pendidikan Asean) ini, bertujuan mengenalkan kepada perawat kita, untuk Go Public ke luar negeri.

” Nantinya tahap pertama, perawat akan dilatih bahasa inggris. Dimana para perawat akan melakukan seleksi bersama NCLEX, yang merupakan lembaga perawat tingkat Internasional,”¬† paparnya.

Hadir dalam seminar tersebut, Mutual Recognition Arrangements (MRA) In Health Services DR. Jesse Fernandez dari Phillipina, serta Materi Indonesia Cambodia Collaboration dari Kamboja Ith Vuthyaina M.E.d.

Asep menambahkan, dalam MEA kali ini perawat dan dokter dari Luar Negeri khususnya Asean, baru antar lembaga.

” Kalau secara personal belum, baik dokter atau perawat. Karena baru antar lembaga seperti adanya rumah sakit asal Singapura di Indonesia,” paparnya.

Para perawat yang hadir di acara seminar berjumlah 105 orang. Merek akan diberikan pelatihan di dua tempat, sebelum berangkat ke Phillipina dan Thailand.

” Butuh 3 Tahun untuk mendidik perawat kita, agar masuk bursa pasar internasional. Sebelum berangkat ke Phillipina dan Thailand akan dilatih di dua Stikes di Bandung dan Bekasi, lalu berangkat ke dua negara tersebut untuk¬† dididik Transstruktural dan Bahasa,” pungkasnya.[kr-1]

 

Laporan: Arief Pratama

Tags: , , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/