Cegah Jual Beli Atlet, Pemprov Jabar Konsentrasi Membina Atlet

Cegah Jual Beli Atlet, Pemprov Jabar Konsentrasi Membina Atlet

KabarRakyat, Bandung – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan, dalam persiapan Jawa Barat sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016, Pemprov Jabar melakukan pembinaan atlet seluruh cabor.

“Untuk pembinaan atlet saat ini berjalan lancar,”ucap Aher, singkat, seusai melakukan pertemuan dengan pengurus KONI Jabar, di Gedung Sate Bandung, Rabu (18/02).

Bahkan, ucap Aher, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah anggaran untuk menyiapkan atlet serta sarana pendukung penyelenggaraan PON itu.

“Untuk anggaran penyelenggaraan, Rp 900 milyar sampai 1 triliun. Dari pusat 500 milyar dari kita 500 milyar. Yang 500 milyar dari pusat itu anggaran murni APBN,” ujar Aher.

Disinggung mengenai persiapan venue yang akan digunakan, Aher berujar saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

“Untuk venue sendiri kita penuhi dan benahi murni dari APBD, gak ada dari APBN. Kita mengajukan 615 milyar APBD untuk venue beberapa cabor,”katanya.

Terkait kekhawatiran terjadinya jual beli atlet, belum lama ini Forum Penyelamat Olahraga Jabar (FPOJ) mengkhawatirkan terjadinya jual beli atlet jelang PON ini.

Sekretaris FPOJ, Bob Gunawan mengatakan, ada banyak cara tidak lazim yang dilakukan daerah manapun demi mengejar gengsi dan prestise daerah. Pihaknya mendorong, cara seperti itu jangan sampai terjadi di Jawa Barat, baik membeli atau menjual atlet ke daerah lain.

“Ada banyak hal dilakukan demi menjaga gengsi dan prestise kedaerahan, salah satunya dengan jual – beli atlet, demi mendongkak prestasi secara instan,”ujar Bob, di Bandung.

Menurutnya, isu jual beli atlet ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, Jawa Barat sebagai tuan rumah tentu mempunyai dorongan kuat untuk meraih posisi juara umum.

“Ini kan sebagai prestise dan kebanggaan daerah, dan modal kuat jadi yang paling dominan di bidang olahraga,”tambahnya.[kr-2]

Laporan: Andri Ridwan

Tags: , , ,

ad slot 728x90
ad space 400x90/